www.crepesnco.com10 Tempat Wisata Eksotis di Dairi. Dairi, salah satu daerah di Provinsi Sumatera Utara. Dairi merupakan salah satu dari 7 kabupaten yang berdampingan dengan tempat wisata Danau Toba. Tak heran jika Dairi sering dijadikan tempat untuk menikmati keindahan Danau Toba.

Danau Toba sendiri merupakan danau terbesar dan terluas di Asia Tenggara. Karena keindahan dan karakteristiknya, Danau Toba telah masuk dalam 5 daftar wisata “Super Prioritas” oleh Kementerian Pariwisata.

Selain Danau Toba, masih banyak tempat wisata di Dali lainnya yang juga keren. Tentunya yang direkomendasikan untuk kamu kunjungi seperti berikut ini.

  1. Paropo

Danau Toba adalah pesona yang tak ada habisnya di Indonesia. dari sudut ke sudut lainnya akan menghadirkan rona yang tidak akan pernah terlupakan. Apalagi jalan menuju objek wisata ini sudah sangat nyaman, sehingga kita bisa menjelajahi semua bagiannya.

Salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi yang bisa kita jelajahi dan menjadi pengunjung Danau Toba adalah Pantai Palobo. sebuah daya tarik utama yang diperkenalkan di sini adalah berbagai aktivitas di dalamnya.  Sehingga, kita tidak percaya bahwa ada paropo sebuah pantai di atas ketinggian.

Sebelum kita mengenal tempat wisata ini, yuk kita pahami dulu Desa Paropo yang paling indah. Tempat yang bagus untuk menikmati Danau Toba.

Baca Juga: 9 Tempat Wisata Di Samarinda Terhits kekinian

Di desa kecil ini, kita bisa duduk-duduk dan menikmati angin sepoi-sepoi hampir setiap kali bertiup, dan kita bisa menikmati keindahannya. Udara yang sejuk menghadirkan nuansa dan suasana yang tak tertahankan.

Banyak wisatawan di desa ini yang sering mengadakan kegiatan menjaga lingkungan. Misalnya, membersihkan sampah yang terkadang tampak membuat suasana tidak terlalu terlihat.

Alamat Dan Rute Lokasi

Pantai Paropo terletak di Silahisabung, Kabupaten Dairi Paropo I, Provinsi Sumatera Utara, 22281. Jaraknya sekitar 135 kilometer dari Bandara Kualanamu ke tempat wisata ini. Waktu tempuh kurang lebih 3 jam 50 menit.

Setelah keluar dari Bandara Kuala, ikuti jalan menuju Tebing Tinggi Medan-Kualanamu sejauh 7 kilometer. Kemudian, masuk ke Sumatra Expressway yang jaraknya hingga 5 kilometer. Kemudian, belok kanan menuju Lubuk Pakam-Galang sepanjang 11 kilometer.

Selanjutnya, belok kanan ke Jalan Besar Petumbukan dan berkendara sejauh 51 kilometer. Ikuti rambu yang ada di jalan ini sekitar 30 kilometer. Hingga Anda memasuki jalan raya Tongging-silalahi sepanjang 14 kilometer. Terakhir, Anda akan sampai di Pantai Paropo.

Harga Tiket Masuk

Biaya masuk yang dikenakan di Pantai Paropo pada hari kerja adalah 10 rb . Saat akhir pekan tiba, tiket akan naik menjadi15 rb Untuk biaya parkir, masyarakat yang membawa kendaraan bermotor akan dikenakan biaya 5 rb, dan jika menginap akan naik menjadi 10 rb.

Bagi yang berkendara, biaya parkir yang harus dibayar 10 rb. Kalau mau menginap harganya 20 rb.

Fasilitas yang Ditawarkan

Buat kamu yang pernah berkunjung ke Danau Ranukumbolo pasti setuju kalau Pantai Palopo hampir sama, dan danaunya tinggi. Jika pantai Paropo sendiri berada di atas 1.000 meter di atas permukaan laut.

Menikmati Pantai Paropo tidak hanya berdiri diam, tapi juga bermain air dingin sambil berenang. Itu sedang berkemah. Seperti yang kita ketahui bersama, tempat ini terkenal dengan area berkemahnya yang mengesankan.

banyak wisatawan datang ke sini untuk mendirikan tenda dan menggelar hawa dingin, tak ada salahnya. Kesan yang mendalam akan terasa saat Anda tersapu oleh ikan bakar pada malam hari di Pantai Paropo.

Ada bukit disini yang bisa kita gunakan untuk memancing. Biasanya warga sekitar sering memancing di sini. Penduduk di sini sangat ramah dan rendah hati, jadi ketika kita duduk bersama dan menunggu ikan, mereka akan menawarkan sesuatu dan mengobrol seperti saudara.

Untuk memancing, Anda harus membawa semua makanan dan perlengkapan Anda. Karena tidak ada orang di sini yang bisa menyewakan peralatan dan makanan.

Banyak wisatawan langsung membakar ikannya, dan rasanya enak disantap langsung, apalagi disantap secara bersama bersama.

Matahari Terbenam dan Terbit

Jangan lupakan pesona yang bisa kita nikmati disini yaitu sunset yang mengesankan. Anda akan tertarik dengan keindahan senja, dan keindahan senja seakan sudah tenggelam dan tidak terlihat lagi.

Banyak orang membuatnya abadi melalui foto dan gambar. Apalagi cocok untuk penyuka fotografi. Selalu menantikan keindahan ini. Di sana, langit segera berubah menjadi keemasan, dan perbukitan hijau bercampur. Suasana ini sangat indah.

Pantai Paropo sangat cocok untuk Danau Toba. Pesonanya tidak bisa mengalahkannya. Maka dari itu, saat berwisata di Sumatera Utara, mohon jangan lupa untuk memasukkan objek wisata ini ke dalam daftar perjalanan Anda.

  1. Bukit Siadtratas

Wisata Sumatera Utara, Danau Toba memang bisa dinikmati dengan berbagai cara. Bukit Siadtaratas merupakan salah satu danau luas yang sering dikunjungi warga.

Bukit Siadtaratas atau nama lengkapnya Bukit Siadtaratas Silalahi terletak di daerah Dairi. Kebetulan di Desa Paropo di Kecamatan Silahi Sabungan.

Bukit Siadtaratas Silalahi memiliki keindahan alam dan rerumputan hijau yang mempesona setiap pengunjungnya.

Karena padang rumput perbukitan yang luas ini tidak sulit dijangkau, banyak petualang yang datang untuk menikmati pemandangan Danau Toba atau menunggu matahari terbenam.

Daya tarik yang tak kalah menarik di Bukit Siadtaratas Silalahi adalah kawasan pertanian milik warga.

Pengunjung yang akan datang ke Bukit Siadtaratas Silalahi wajib menyiapkan beberapa barang sebelum bisa mendaki ke puncak bukit.

Kalaupun ada jalur menuju Bukit Siadtaratas, wisatawan harus memiliki kekuatan fisik dan mental yang kuat. Ini juga sangat penting untuk tempat makan, terutama bagi wisatawan yang ingin berkemah.

Dari Kota Medan menuju tempat wisata Bukit Siadtaratas akan membutuhkan waktu. Satu-satunya cara untuk mencapai Bukit Siadtaratas anda harus melewati Kota Medan – Merek – Tongging – Wisata Paropo. Pengunjung tidak perlu khawatir.

Jika sudah sampai di lokasi akan ada petunjuk arah menuju Bukit Siadtaratas tidak jauh dari Danau Toba Untuk tiket masuk pengunjung harus membayar Rp 10.000 (hari biasa) dan Rp 15.000 (akhir pekan).

Bukit Siadtaratas dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum untuk kenyamanan wisatawan. Ini termasuk lahar parkir, toilet dan pedagang, yang menyediakan peralatan berkemah, makanan ringan dan minuman.

Saat berkemah, wisatawan tidak boleh membuang sampah atau bahkan membuangnya di Gunung Siadtaratas; bagi wisatawan yang berminat bermalam di Bukit Siadtaratas dan berkemah di sana dapat menyaksikan matahari terbit atau terbenam atau matahari terbenam di pagi hari.

  1. Pemandian Lau Timah

Terletak di Desa Lau Renun, Kecamatan Tanah Pinem, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, terdapat tempat pemandian alam berupa kawah, warga setempat menyebutnya Lau Timah.

Pemandian alam Lau Timah sama dengan pemandian alam yang ada di banyak tempat di Sumatera Utara. Air bersih berasal dari mata air pegunungan dan perpindahannya cukup besar.

pemandian yang jernih, airnya agak biru, dan terlihat jelas bahwa batu besar ada di dasar pemandian.

Banyak wisatawan datang karena pemandian tersebut diposting di media sosial.

Rose Diana mengatakan: “Saya dengar orang yang datang ke sini berasal dari beberapa daerah. Kabanjah, Bellastaji, Medan, Aceh, dan Jakarta.”

Baca Juga: 7 Tempat Wisata di Makassar, yang Wajib Anda kunjungi

Ia melanjutkan: “Katanya mandi di sini bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Percaya atau tidak. Tapi bagi kami, itu hanya untuk iseng dan di saat yang sama kami bisa merasakan air yang jernih dan sejuk.”

Selain itu, Pantai Pemandian Liutian memang sangat menawan. Dikelilingi Bukit Barisan yang menawan. Setiap pendatang baru akan melewati jembatan gantung yang melintasi Sungai Laurinon, salah satu sungai yang memisahkan Kabupaten Dali.

Untuk mencapai lokasi pemandian, pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Beberapa wilayah di Kecamatan Tamah Pinem tercatat rusak. Karenanya, wisatawan disarankan untuk berhati-hati.

Untuk masuk ke pemandian, pengunjung hanya perlu membayar ongkos masuk Lutema mencapai Rp. 20.000 per orang.

Jika wisatawan berasal dari pusat kota Medan, akan memakan waktu sekitar empat setengah jam perjalanan darat dengan jarak tempuh 169 kilometer.

  1. Taman Wisata Iman Sitinjo

Taman Wisata Iman, atau disingkat TWI, adalah tempat wisata religi, dan ada beberapa tempat-tempat untuk beribadah.

Luas Taman Wisata Iman diperkirakan mencapai 10 hektar atau sekitar 130.000 meter persegi. Banyaknya pepohonan besar dan kawasan perbukitan, menjadikan tempat wisata ini sangat cocok bagi mereka yang malas.

Dari beberapa perspektif, pembangunan Taman Wisata Iman diprakarsai oleh Bupati Daly yang saat itu membawahi Dr. Daly. Pada tahun 2001, master Parulian Tumanggor melakukan desain dan memilih kawasan hutan di pinggir jalan desa Kabupaten Dairi Sitinjo.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 2005, Prof. Agil Husin Al Munawwar, Menteri Agama Republik Indonesia, mengatakan hal tersebut menjadi dasar pembangunan satu-satunya objek wisata religi di Sumatera Utara tersebut.

Lokasi Taman Wisata Iman

Taman Wisata Iman terletak di Desa Sitinjo, Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi Kabupaten Sitinjo, Provinsi Sumatera Utara. TWI mencakup area seluas 130.000 meter persegi, sekitar 10 kilometer dari Sidikalang dan sekitar 154 kilometer dari Kota Medan.

Jika Anda memulai dari Kota Medan dan menuju ke Taman Wisataiman, Anda harus terlebih dahulu ke Kota Berastagi. Sebelum melanjutkan perjalanan selanjutnya, disarankan terlebih dahulu mengambil tempat yang sejuk dan menikmati keindahan kota Berastagi terlebih dahulu.

Nah, setelah sampai di kota Berastagi melanjutkan perjalanan menuju Kabanjahe, anda akan menemui perempatan berbentuk T (tiga perempatan) di depan anda dan berkendara di sepanjang jalan yang kanan karena jika anda berkendara ke kiri maka Akan pergi ke Kota Siantar.

Dari pertigaan tersebut, Anda terus memasuki kawasan perbukitan yang indah. Bisa dijamin perjalanannya tidak akan terlalu membosankan, karena pemandangannya yang begitu indah tidak bisa kamu temukan di kota. Ada juga daya tarik yang menakjubkan saat berwisata, dan Anda akan menemukan air terjun di pinggir jalan. Nama Air Terjun Lae Pendaroh.

Perjalanan dari Medan menuju TWI memakan waktu sekitar 4 jam. Taman Wisata Iman ada di sebelah kiri jalan.Jika terlewat, mungkin base stationnya adalah gudang Pertamina tidak jauh dari gerbang TWI.

Hal Menarik Yang Ada Di Taman Wisata Iman

Dari bangunan yang ada hingga kondisi alam TWI sendiri, banyak hal menarik dari tempat wisata religi ini. Misalnya dari segi bangunan, ada kapal yang melambangkan kapal Nabi Nuas, gapura yang indah (seperti candi), dan tentunya bangunan yang melambangkan simbol-simbol keagamaan yang diakui di Indonesia.

Hal yang menarik dari objek wisata ini terletak pada kondisi alam perbukitannya. Untuk menikmati semua keindahan tempat ini, kita harus menjelajah dengan berjalan kaki. Naiki tangga lalu turuni tangga yang disediakan.

Di kawasan wisata religi desa Sitinjo tidak ada angkutan umum resmi dan kita harus jalan kaki. Ada beberapa tukang ojek, tetapi hanya di sekitar jalan umum.

  1. Taman Wisata Alam Sicike-cike

Secara administratif, Taman Wisata Alam Sicike-cike meliputi Desa Pancar Nuli di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. Umumnya medan lapangan TWA Sicike-cike sebagian bergelombang, sebagian bergelombang dan ringan, dengan ketinggian antara 1.500-2.000 m.

Status vegetasi TWA Sicike-cike adalah hutan hujan tropis pegunungan, dan jenis tumbuhannya meliputi: Samponus bunga, Styrax benzoin, Quercus sp & Eugenia sp. Beberapa hewan yang dapat ditemukan antara lain beruang madu, kambing hutan, harimau, babi hutan, dan rusa.

Selain kondisi alam yang bisa menjadi daya tarik wisata, Anda juga bisa menikmati banyak hal lainnya, antara lain: keindahan danau, fenomena alam, dll. Beberapa aktivitas wisata yang bisa dilakukan antara lain lintas alam, camping dan berfoto. Wisata hutan Sicike-cike memiliki potensi hewan dan tumbuhan dan dapat digunakan untuk laboratorium dalam penelitian hutan. beradanya kawasan ini juga menjadi sumber infiltrasi air yang bermanfaat bagi penduduk, jika dikembangkan akan menjadi objek wisata yang potensial di masa mendatang. Kawasan tersebut juga memiliki 3 danau yang saling berdekatan, dan kualitas air tetap stabil.

  1. Rumah Adat Pakpak

Di Indonesia sendiri terdapat budaya yang bervariasi mulai dari nyanyian, tarian, pakaian hingga rumah. Mereka memiliki keunikan tersendiri dan tersebar di seluruh Indonesia yang membuat Indonesia memiliki keanekaragaman yang begitu mempesona hingga mancanegara. Ketika berbicara tentang rumah, saya teringat bahwa rumah-rumah yang termasuk dalam tradisi Pakpak di Sumatera Utara memiliki desain yang unik.

Rumah adat Pakpak juga menjadi salah satu tempat wisata Dairi, dan keindahannya patut untuk dilihat. Rumah adat pakpak ini sangat cocok untuk mereka yang menyukai wisata budaya.

Pemilik atau pencipta rumah adat Pakpak bisa disebut dengan suku Batak Pakpak Suku Batak Pakpak merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia yang tersebar di banyak daerah atau kota di Sumatera Utara dan Aceh. Contoh daerah tempat tinggal suku Batak Papak antara lain Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpa Barat, Kabupaten Hongbang Hasu Dutan, Tappannu Li Tengah (Sumatera Utara), Kabupaten Aceh Singir dan Kota Soum Balasaran (Provinsi Aceh).

Menurut data pemerintah yang terdaftar, banyak  Suku Pakpak bermukim di Kabupaten Dauri di Sumatera Utara.Pemerintah daerah telah mengembangkan lebih lanjut wilayah dan wilayahnya di 2000 kecamatan di Kabupaten Dauri dan Kabupaten Beiba, ibu kota Sidi Karang. Salak. Banyak orang mengatakan bahwa pembentukan suku Pakpak mungkin berasal dari keturunan prajurit tentara di Kerajaan Cola India yang pernah menyerang Kekerajaan Sriwijaya diabad ke-11.

  1. Bukit Siadtratas

Puncak Sidiangkat berjarak sekitar 8 kilometer dari pusat kota Sidikalang, tepatnya di Jl. Subulussalam, DS Sidiangkat, Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Ketchi. Tiketnya Rp 10.000 per orang. Jam kerja WIB adalah dari jam 8 pagi sampai 7 malam.

Puncak Sidiangkat mengusung konsep wisata alam, banyak sekali spot fotografi kekinian dan bisa difoto, di antaranya spot sarang burung, love spot, dek observasi dan masih banyak lagi spot fotografi lainnya.

  1. Parhonasan

Parhonasan berjarak sekitar 19 kilometer dari pusat kota Sidikalang, tepatnya berada di Desa Sempung Polling Kec. Lae Parira, Kab. Dali, Sumatera Utara. Untuk tiket masuk, sejauh ini belum ada informasi resmi. Jam kerja adalah dari jam 8 pagi sampai 6 sore pada waktu WIB.

Parhonasan menawarkan berbagai macam masakan, menu utamanya adalah nanas atau nanas. Tempat ini menjadi salah satu rekomendasi resor keluarga yang menyenangkan dan nyaman. Ada juga banyak tempat untuk mengunggah foto.

By admin