11-gempa-bumi-terdahsyat-di-dunia

11 Gempa Bumi Terdahsyat di DuniaGempa Bumi memanglah bencana yang sangat menegerikan bagi kita apalagi sampai menelan banyak korban jiwa, bangunan runtuh , fasilitas umum yang hancur hingga sampai kehilangan tempat tinggal.

11 Gempa Bumi Terdahsyat di Dunia

11-gempa-bumi-terdahsyat-di-dunia
Sumber : travel.tribunnews.com

tentu kita tidak menginginkan terjadinya gempa bumi terjadi pada kita , apalagi sampai menimbulkan tsunami untuk daerah yang dekat di dekat pesisir lautan.

Diperkirakan ada 500 ribu gempa yang terjadi pada setiap tahunnya. Sekitar 100 ribu di antaranya bisa dirasakan manusia.

www.crepesnco.com – Pada Kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi tentang ? Gempa Bumi Terdahsyat di Dunia

1. Gempa Chile 1960: Magnitudo 9,5

Gempa terkuat sepanjang sejarah manusia berjalan di Chile. Hari itu, 22 Mei 1960 bumi berguncang hebat sepanjang 11 menit.

Saksi mata, Jose Argomedo, yang tengah berkuda sore itu segera meloncat turun.

Ia mengira, Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet udah menjelma menjadi adu kekuatan senjata nuklir. Malapetaka membayangi benaknya.

Baru lebih dari satu hari sebelumnya, Argomedo mendengar kabar, ketegangan antara dua negara adidaya memuncak. Rudal Soviet baru saja menjatuhkan pesawat mata-mata AS. Dari Moskow, sang pemimpin Nikita Khruschev mengancam bakal memperlakukan Amerika seperti kucing yang kepergok mencuri. Mengangkat tengkuknya, “Lalu membuat mereka gemetar,” kata dia seperti dikutip berasal dari web National Weather Service (NOAA).

Namun, perkiraannya salah. Perang Dunia Ketiga tak tengah berlangsung. Guncangan itu disebabkan gempa dahsyat, bahkan yang terkuat yang pernah tercatat sepanjang sejarah.

Gempa yang berjalan pukul 15.11 sementara setempat berkekuatan 9,5 skala Richter — lebih besar berasal dari kekuatan gempa yang memicu tsunami di pesisir Aceh dan Samudera Hindia pada 24 Desember 2004 yang sebesar 9,1 SR.

Episentrum atau pusat gempa berada di lepas pantai dekat Canete, kira-kira 900 km sebelah selatan Santiago, ibu kota Chile. Lindu berjalan sebagai akibat subduksi lempeng Nazca ke bawah lempeng Amerika Selatan.

Akibatnya sungguh luar biasa, kehancuran berjalan di mana-mana. Terutama di Valdivia, di mana setengah bangunan yang ada di sana hancur lebur. Sehingga gempa itu disebut ‘1960 Valdivia Earthquake (Terremoto de Valdivia)’ atau ‘Great Chilean earthquake (Gran terremoto de Chile)’.

Tak cuma itu, korban yang selamat berasal dari gempa mesti hadapi kejutan yang sama sekali tak dinanti: tsunami.

Sekitar 15 menit pascagempa, gelombang raksasa setinggi 25 mtr. menghantam wilayah pesisir. “Ribuan orang tewas,” demikian dikabarkan sementara itu, seperti dikutip berasal dari web CBS News.

“Seperempat masyarakat Chile, atau lebih berasal dari 2 juta orang, menjadi tunawisma. Seluruh kota porak poranda.”

Diperkirakan kuantitas korban tewas di Chile meraih 1.655 orang. Termasuk saudagar paling kaya di Maullin, Ramon Atala. Meski selamat berasal dari gempa, “ia kehilangan nyawa sementara mencoba menyelamatkan barang bernilai miliknya,” demikian dimuat NOAA.

Gelombang kejut akibat gempa di Chile termasuk dirasakan seluruh dunia, memicu tsunami mematikan. Lalu, 15 jam kemudian, ombak raksasa menghantam Hilo dan Big Island di Hawaii — yang jaraknya lebih berasal dari 6.000 mil berasal dari Chile. Akibatnya, 600 tempat tinggal rusak, 185 orang dinyatakan tewas atau hilang.

Tak berhenti sampai di situ. Sehari kemudian, tsunami setinggi lebih berasal dari 5 mtr. menerjang Jepang, menewaskan 138 orang. Ombak gergasi selanjutnya memantul, menyeberangi Samudera Pasifik, menuju Filipina — memicu 32 orang tewas atau hilang — kemudian ke pantai barat AS dan menciptakan rusaknya di California.

Gempa Chile 1960 adalah yang terbesar yang pernah tercatat sepanjang sejarah, meski bukan yang terburuk.

2. Gempa Alaska 1964: Magnitudo 9,2

Pada 27 Maret 1964, kurang lebih pukul 17.36 selagi setempat, sebuah gempa besar mengguncang area Prince William Sound, Alaska.

Akibatnya, 15 orang tewas akibat gempa, sedang 113 orang tewas akibat tsunami.

Peristiwa ini dinamakan Tragedi Good Friday, karena bertepatan bersama liburan umat Kristiani di Amerika Serikat.

Ketika itu, lebih dari satu besar warga tengah berada di rumah. Sontak mereka kabur berlarian ke luar untuk menyelamatkan diri. Puluhan tempat tinggal dan bangunan hancur.

Gelombang tsunami tertinggi terjadi di kawasan Shoup Bay dan Valdez Inlet bersama ketinggian kurang lebih 219 kaki atau 67 meter, yang menghanyutkan bangunan di kawasan tersebut. Di Chenega, 25 orang dikabarkan terbawa gelombang tsunami.

Korban jiwa terbanyak berasal berasal dari Kawasan Prince William Sound, sesudah terjadi tanah longsor akibat guncangan gempa dan terjangan tsunami. Air limpahan berasal dari lokasi ini termasuk menyerang area tetangga, Port Lades.

Seperti dikutip berasal dari web site Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi kurang lebih 4,5 menit. Itu adalah lindu terdahsyat didalam histori AS.

3. Gempa Sumatera 2004: Magnitudo 9,1

Minggu pagi 26 Desember 2004, tak tersedia yang menyadari sebuah moment kolosal sedang terjadi di dasar Samudera Hindia, lepas pantai Sumatera. Di dasar Bumi, di kedalaman 30 kilometer, lempeng Hindia disubduksi oleh lempeng Burma. Akibatnya sungguh tak terbayangkan.

Saat jarum jam menunjuk ke pukul 07.58 WIB, gempa bersama kemampuan 9,1 skala Richter terjadi. Pulau Sumatera berguncang hebat, terutama di Aceh. Lindu kencang selama 10 menit menyebabkan kepanikan, kendaraan-kendaraan dihentikan di sedang jalan, mereka yang sedang olahraga pagi tiarap bahkan berbaring di trotoar atau aspal.

Bingung, kalut, orang-orang hanya bisa bertanya-tanya: apa yang sedang terjadi? Lainnya pasrah dan berserah diri, bersama bibir yang tetap bergerak melafalkan doa-doa dan menyerukan asma Allah.

Saking kuatnya, dunia turut berguncang, dalam makna sebenarnya. Ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyebut, gempa berdampak pada rotasi Bumi, memperpendek durasi satu hari selama 2,68 mikrodetik, sedikit mengubah bentuk planet manusia, dan menggeser Kutub Utara sebagian sentimeter.

Ternyata, itu baru permulaan…

Di Meulaboh, yang terdapat 245 km sebelah tenggara Banda Aceh, lautan surut jauh, ikan-ikan menggelepar di sana-sini. Warga yang penasaran menghampiri pantai.

Beberapa sementara kemudian, panik terjadi, gelombang raksasa dari laut melaju kencang ke arah mereka. Suara gemuruhnya mengalahkan teriakan histeris terkuat yang bisa dikeluarkan dari kerongkongan manusia, orang-orang berlarian ke segala arah. Mencari selamat. Bah terhitung bergulung ke pusat Kota Banda Aceh, menerjang apa pun yang dilewatinya.

Malaikat belum kembali meniup sangkakala. Namun sementara itu banyak yang menyangka, kiamat sedang terjadi.

Dari Aceh, gelombang gergasi memantul ke 12 pantai di pesisir Samudera Hindia. Korban-korban berjatuhan di Indonesia, Thailand, Sri Lanka, India, Maladewa, Thailand, Myanmar, Malaysia, Somalia, Tanzania, Seychelles, Bangladesh, dan Kenya. Total 230 ribu nyawa meninggal.

4. Gempa Jepang 2011: Magnitudo 9

Pada Jumat 11 Maret 2011 pukul 13.46 pas setempat, gempa 9,0 skala Richter mengguncang Jepang. Lindu juga mengakibatkan gelombang tsunami setinggi 10 meter menghempas ke daratan.

Negeri Sakura dirundung petaka. Lebih berasal dari 20 ribu orang tewas, belum yang dinyatakan hilang. Tsunami juga menenggelamkan kawasan pesisir.

Desa-desa terendam, terlupakan, dan membeku. Gelombang ganas yang menerjang PLTN Fukushima Dai-ichi mengakibatkan reaktor luruh dan mengakibatkan krisis nuklir terparah yang menimpa Negeri Sakura pasca-Perang Dunia II — saat bom atom menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki.

5. Gempa Rusia (Uni Soviet) 1952: Magnitudo 9

Gempa kuat berjalan pada 4 November 1952 di Semenanjung Kamchatka, Uni Soviet –sekarang Rusia.

Awalnya, kekuatannya disebut sebesar 8,2 skala Richter. Namun sesudah itu direvisi jadi 9 SR.

Hebatnya, tak tersedia korban jiwa satupun di kira-kira episentrum lindu.

Baru lebih dari satu lama kemudian, korban jiwa dilaporkan jatuh. Itu pun bukan nyawa manusia.

Di wilayah 3.000 mil jauhnya, 6 sapi di Hawaii mati karena tsunami yang dipicu gempa dahsyat.

11 Gempa Bumi Terdahsyat di Dunia

6. Gempa Chile 2010: Magnitudo 8,8

Pada 27 Februari 2010, gempa berkekuatan 8,8 skala Richter mengguncang Chile. Korbannya relatif banyak, lebih kurang 500 orang.

Chile terdapat di busur gunung berapi dan garis patahan yang memutari Samudera Pasifik — atau lebih dikenal sebagai “Ring of Fire ” (Cincin Api Pasifik).

Mark Simons, ahli geofisika di Caltech, Pasadena, California mengatakan, Chile kerap mengalami letusan gunung api dan gempa bumi. Sejak 1973, lebih berasal dari 10 perihal gempa yang kekuatannya di atas 7 skala Richter.

Gempa 8,8 SR Chile memungkinan menggeser poros bumi dan memperpendek umur hari. Demikian dikatakan para ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Selasa 2 Maret 2010.

Perubahan poros bumi tidak signifikan, namun terjadi permanen di mana, berdasarkan perhitungan awal, satu hari akan akan menjadi lebih pendek 1,26 mikrodetik. Satu mikrodetik setara dengan satu per satu juta detik.

gempa besar memindahkan bebatuan dan merubah distribusi massa planet Bumi. Saat distribusi itu berubah, maka merubah pula kecepatan rotasi planet. Dan, tingkat rotasi itu memilih panjangnya waktu didalam satu hari.

Richard Gross, ahli geofisika Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California, manfaatkan model pc untuk memilih bagaimana gempa 8,8 SR selanjutnya sanggup mempengaruhi Bumi.

Dia menyebutkan bahwa gempa selanjutnya merubah poros utama Bumi lebih kurang 8 sentimeter. Poros utama itu merupakan satu putaran di mana massa Bumi diseimbangkan. Pergeseran poros itu yang kemungkinan sanggup memperpendek hari.

7. Aceh, Indonesia

sepanjang peristiwa berlangsung pada abad ke-21. Itulah musibah nasional gempa bumi (dan tsunami) Aceh pada 26 Desember 2004. Guncangannya terekam capai 9 skala richter (SR).

Getaran berikut diikuti gelombang tsunami yang ketinggiannya capai 30 mtr. di daratan. Merujuk banyak variasi sumber, kuantitas korban tewas merentang antara 283.106 orang dan 227.898 orang. Semua itu tersebar di 14 negara.

Indonesia, lebih-lebih Aceh dan sekitarnya, jadi lokasi yang terdampak paling besar. Negara-negara berikutnya, antara lain, adalah Sri Lanka, India, dan Thailand. Sapuan tsunami Aceh bahkan menjadi hingga pesisir Afrika Timur, Afrika Selatan, dan Antartika.

8. Aleppo, Suriah

di Halab (Aleppo), Suriah, yang berlangsung pada abad ke-12, tepatnya 8 September 1138. Besaran guncangannya diperkirakan capai XI skala Mercalli.

Artinya, bencana ini mengakibatkan hampir semua bangunan rata dengan tanah. Jumlah korban jiwa tercatat antara 100 ribu hingga 230 ribu orang. Angka itu belakangan diragukan para peneliti moderen sebab Halab selagi itu baru dihuni sekira puluhan ribu warga.

Bagaimanapun, gempa bumi itu bukan yang terakhir. Aleppo pada masa moderen juga digoyang gempa yang sekitar mirip dahsyatnya pada 5 September 1822. Total penduduk setempat yang tewas sebanyak 22 ribu orang.

9. Iran Utara

Iran Utara. Seperti disinggung sebelumnya, bencana besar ini berjalan terhadap 22 Desember 856 dan mengakibatkan 200 ribu warga setempat tewas. Getarannya terasa hingga ke Suriah dan Yaman.

10. Ardabil, Iran

Pusat gempa berada di Ardabil, kini sebuah provinsi Iran Utara, sebelah barat Laut Kaspia. Tidak kurang dari 180 jiwa menjadi korban tewas didalam kejadian terhadap 894 itu. Getarannya merambat bersama dengan cepat ke Pakistan, meruntuhkan banyak bangunan di sana, dan juga mengakibatkan 150 ribu orang tewas.

11. Ashgabat, Turkmenistan

musibah gempa yang melanda Ashgabat, Uni Soviet (kini ibu kota negara Turkmenistan). Bencana alam yang berjalan terhadap 6 Oktober 1948 ini menyebabkan guncangan yang kuat 7,3 SR. Jumlah korban sempat menjadi perdebatan gara-gara terdapatnya rezim otoritarian yang tertutup saat itu, penguasa Soviet, Joseph Stalin. Pemerintah setempat mengklaim total korban tewas lantaran musibah berikut adalah 19.800 jiwa. Belakangan, berdasarkan data paling mutakhir, sebanyak 70 ribu orang Ashgabat dan sekitarnya kehilangan nyawa akibat gempa itu.

By admin