5-kecelakan-maut-bus-jalur-tengkorak-di-indonesia

5 Kecelakan Maut Bus Jalur Tengkorak di Indonesia – Pada Transportasi jalur darat, Bus Memang jadi pilihan utama bagi pengguna transportasi umum tersebut, selain dikenal dengan biaya yang murah, bus juga sebagai pilihan utama bagi pengguna transportasi jarak dekat.

5 Kecelakan Maut Bus Jalur Tengkorak di Indonesia

5-kecelakan-maut-bus-jalur-tengkorak-di-indonesia
Sumber : liputan6.com

www.crepesnco.com – Untuk kenyaman maupun tidak nyaman dalam transportasi tersebut sendiri, sudah disediakan juga armada kelas ekonomi maupun eksklusif, dikelas itupun juga membedakan biaya juga ya tentunya, biasanya para pengguna trasnportasi jarak jauh yang banyak menggunakan kelas ekslusif untuk kenyaman dalam perjalanan juga ya,,kelas ekslusif atau yang disebut dengan PATAS dalam transportasi bus, biasanya tidak akan menerima penumpang dipinggir jalan kecuali berhenti di berhentian terminal ya.

Baca Juga : 3 Kecelakaan Kereta Api Terbsesar di Dunia

Namun keselamatan juga tidak ada yang tau ya dikala kita menaiki bis PATAS ataupun yang tidak patas, namun pihak armada selalu mengecek mesin atau sparepart tersebut sebelum melakukan perjalanan, demi menjaga keselamatan penumpang maupun kru armada tersebut.

Berikut, pada kesempatan kali ini kami akan merangkum 5 Kecelakan Maut Bus Jalur Tengkorak di Indonesia

1. Tanjakan Emen Subang, 10 Februari 2018

Tanjakan Emen Subang, 10 Februari 2018
Sumber : garudanews.id

Korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus yang terjadi di Tanjakan Emen, Ciater, Kabupaten Subang, bertambah menjadi 27 orang. Namun, korban yang mengalami luka berat teridentifikasi sebanyak 24 orang dan delapan orang korban mengalami luka ringan.

“Semua korban sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis,” ujar Kepala Kepolisian Resor Subang, Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Joni kepada Tempo, Ahad, 11 Februari 2018. Dari 32 orang korban luka, kata Joni, dua orang meminta untuk dirujuk ke rumah sakit di Jakarta dan Tangerang. “Akan kami fasilitasi.”

Sebelumnya, Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Subang Ajun Komisaris Budhy Hendratno menuturkan kecelakaan itu bermula saat bus bernomor polisi F-7959-AA melaju dari arah Bandung menuju Subang pada Sabtu sore, 10 Februari 2018.

Saat bus yang dikemudikan Amirudin itu melintasi jalan yang menurun dan berkelok, ternyata bus itu berjalan tidak terkendali. “Bus itu pun menabrak sepeda motor Honda Beat bernomor polisi T-4382-MM,” ujar Budhy.

Setelah menabrak motor, bus pariwisata itu ternyata masih melaju dan menabrak tebing di sebelah kiri jalan. Bus itu pun lantas terguling di bahu jalan. Akibatnya, sebanyak 27 orang dikabarkan meninggal dunia akibat insiden kecelakaan lalu lintas di Tanjakan Emen itu.

2. Cisarua Puncak, 21 Agustus 2013

Cisarua Puncak, 21 Agustus 2013
Sumber : elshinta.com

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) udah menerbitkan anjuran pasca-kecelakaan bus Giri Indah di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. dimuat kronologi kecelakaan yang terjadi pada Rabu, 21 Agustus 2013, itu. “Investigasi tetap berlangsung, ada detail-detail hal tehnis yang belum kita dapat,” kata Kepala Subkomite Kecelakaan Jalan Raya KNKT, Kusnendi Soehardjo, selagi dihubungi Tempo, Jumat, 30 Agustus 2013.

Berikut ini kronologi kecelakaan Giri Indah, menurut KNKT, yang dimuat di dalam anjuran nomor KNKT/001/6/VIII/REK.KJ/13.

– Pada Minggu, 18 Agustus 2013, rombongan jemaat GBI Kelapa Gading, Jakarta Utara, berangkat menuju Cipanas, Bogor, kurang lebih pukul 24.00 WIB. Rombongan tiba di Wisma Kapendrai, Cipanas, kurang lebih pukul 03.00 WIB untuk laksanakan ibadah hingga Rabu, 21 Agustus 2013.

– Pada Rabu, 21 Agustus 2013, kurang lebih pukul 08.00 WIB, rombongan berangkat menuju Jakarta. Dari informasi seorang penumpang, bus yang digunakan untuk ulang ke Jakarta tidak sama dari yang digunakan untuk berangkat menuju Cipanas. Bus yang digunakan untuk pulang ke Jakarta adalah bus Giri Indah dengan nomor polisi B-7297-BI, yang berdomisili di DKI Jakarta.

– Ada 50 penumpang dan tiga awak bus Giri Indah di dalam perjalanan menuju Jakarta. Setibanya di ruas jalur daerah Gunung Mas, penumpang merasakan bus melaju dengan cepat.

– Saat tiba di ruas Jalan Raya Puncak Bogor Kilometer 86, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada pukul 08.30 WIB, bus menabrak mobil bak barang muatan terbuka atau pikap yang menghadap ke arah Bogor dan tengah berhenti. Mobil tersebut tengah berhenti di depan toko di jalur berlawanan untuk turunkan tabung gas 3 kilogram.

– Kemudian bus menabrak toko material.

– Bus dan mobil pik up tersebut masuk ke jurang dengan kedalaman 8 meter, yang berada di sebelah kanan.

– Di sungai, posisi roda bus menghadap atas. Sedangkan roda mobil pikap menghadap bawah. Kedua kendaraan menghadap ke arah Puncak.

“Saat kejadian tersebut cuaca cerah dan suasana lantas lintas biasa,” Ujar Ketua KNKT Tatang Kurniadi. Kecelakaan tersebut merenggut hingga 14 orang orang di lokasi kejadian. Sementara itu, enam orang meninggal di tempat tinggal sakit. Sebanyak 20 korban meninggal itu terdiri dari 18 penumpang bus, seorang awak bus, serta seorang warga setempat.

Sementara itu, 34 orang mengalami luka-luka. Para korban dievakuasi ke Rumah Sakit Paru Dr M. Goenawan Partowidigdo, Cisarua, Bogor, dan beberapa dirujuk ke Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong serta Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi.

3. Sang Engon di Semarang, 20 Februari 2015

Sang Engon di Semarang, 20 Februari 2015
Sumber : krakatauradio.com

Rantimah,52 tahun, keliru satu penumpang selamat kecelakaan tol Jatingaleh, Semarang, mengaku bersyukur masih bisa menghirup hawa segar. Sebab, nyawanya bisa saja melayang, jikalau ia tidak masuk di bawah kursi bus, lebih dari satu detik sementara kecelakaan maut terjadi. “Saya masuk di bawah kursi,” katanya. Ia menyatakan ihwal ini sementara berada di Posko penjemputan kecelakaan Tol Semarang di Kantor Kecamatan Dander, Bojonegoro, Sabtu 21 Februari 2015.

Rantimah, adalah seorang berasal dari puluhan penumpang Bus Sang Engon Nomor Polisi B 7222-KGA, yang mengalami kecelakaan di Tol Jatingaleh, Semarang, Jumat 20 Februari 2015. Dalam perihal itu, 18 meninggal dunia, 21 luka berat, dan 25 luka mudah berasal dari total 64 penumpang bus. Dia menyatakan bersyukur, masih bisa mendampingi Khandam, 60 tahun, suami dan empat anaknya, yang tinggal di RT 23/RW1 Desa Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini.

Ditemui, usai berobat mudah akibat kecelakaan di klinik Kecamatan Dander, Rantimah, menyatakan bahwa penumpang bus diakui penuh sesak. Jamaah pengajian Nurul Iman Dander, yang ikut berangkat ada 60 orang lebih. Termasuk, juga anak-anak, dan para orang tua. Bus memuat penuh. Akhirnya, dibuat kursi tambahan yang ditempatkan di tengah-tengah, bangku.

Menurutnya, acara inti kegiatan pengajian sudah selesai. Sepulang berasal dari mengaji dengan Habib Lutfi di Pekalongan, lantas dilanjutkan ziarah di Makam Mbah Mangli, di Magelang. Rombongan lantas pilih untuk pulang, lewat Tol Jatingaleh, Semarang, dan menuju ke Purwodadi, Blora, Cepu dan paling akhir di Bojonegoro.

Saat memasuki Tol Jatingaleh, sementara masuk menjelang zuhur. Hatinya merasa tidak enak. Padahal, posisi duduk berjajar tiga dan di rangkaian kursi ke tiga berasal dari depan, mestinya nyaman karena leluasa melihat pemandangan. Ketika, masuk tol, kecepatan bus normal, antara 60 hingga 80 kilometer perjamnya. Namun, sementara posisi jalur menurun, dia merasakan, laju bus jadi cepat.

Bahkan, posisi turun di tikungan, laju Bus Sang Engon seperti terbang. Beberapa orang juga merasakan, laju kendaraan yang amat cepat.”Seperti sudi terbang,” katanya. Betul juga, di dalam hitungan perdetik, tiba-tiba bus berasal dari lajur kiri yang melaju berasal dari Semarang barat menuju ke timur, oleng dan menabrak tiang pembatas jalan.

Mengetahui bahaya, Rantimah, ngotot masuk ke sela-sela kolong kursi. Dan terdengar suara, brak. Ia merasakan tubuhnya terguling lebih dari satu kali. Puluhan penumpang berteriak histeris, dan berucap nama Tuhan.

Tubuh penumpang saling bertindihan satu serupa lain, juga Rantimah. Suasananya kacau, karena kiri-kanan tubuhnya penuh dengan darah. Saat bus di dalam suasana berhenti, perempuan empat anak ini, nekat memecah kaca jendela dan lantas menyembul nampak berasal dari himpitan. Hal yang serupa juga dilaksanakan penumpang selamat. “Saya ingat, suara mengerikan,” katanya.

Setelah dirinya lolos berasal dari maut, para pengguna jalur berdatangan. Juga polisi serta petugas berasal dari Dinas Perhubungan Jawa Tengah menambahkan pertolongan. Bahkan, dia sempat melihat, lebih dari satu tubuh jemaah pengajian tergencet. “Kalau saya ingat, ngeri,” katanya. Meski dulu mengalami perihal yang mengancam nyawanya, Rantimah, menyatakan tidak kapok ikut rombongan bus berziarah wali dan juga istighasah dengan Habib Lutfi di Pekalongan.

4. Bus Rombongan Pelajar di Ciloto, 7 Juli 2007

Bus Rombongan Pelajar di Ciloto, 7 Juli 2007
Sumber : liputan6.com

Kecelakaan tragis menimpa sebuah bus pengangkut rombongan wisata sebanyak 54 orang, terdiri dari siswa dan staf pengajar dari SMP Islam Ar-Ridho, yang melaju menuju Taman Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, terhadap 7 Juli 2007. Akibat kecelakaan itu, 16 orang tewas, 28 orang mengalami luka berat, dan 14 orang lainnya luka ringan.

Bus mengalami oleng selagi tiba di jalur turunan Ciloto menjelang pertigaan Kota Bunga, Cimacan, sekitar 100 meter sebelum jembatan Cikundul. Akibatnya, bus menabrak lebih dari satu kendaraan yang meluncur dari arah berlawanan dan menabrak kendaraan di depannya.

Tidak cuma itu, bus termasuk menabrak tembok dan pagar jembatan lantas jatuh ke di dalam jurang bersama dengan kedalaman sekitar 15 meter. Dari semua korban tewas, lebih dari satu besar korban adalah penumpang, pengemudi dan kernet yang berada di di dalam bus.

5. Bus Maut Karunia Bakti di Cisarua, 10 Februari 2012

Bus Maut Karunia Bakti di Cisarua, 10 Februari 2012
Sumber : nasional.republika.co.id

Kepolisian Resor Bogor berhasil menemukan sopir bus Karunia Bakti yang sempat melarikan diri sesudah kecelakaan maut di Jalan Raya Puncak depan Pafesta Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat malam, 10 Februari 2012.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Syarif Zainal Abidin, Sabtu dini hari, 11 Februari 2012, menjelaskan saat ini sudah menghindar sopir tersebut. Menurut Syarif, berdasarkan keterangan lebih dari satu saksi, sopir tersebut sempat melarikan diri.

Syarif belum rela menjelaskan identitas sopir yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Daftar nama sudah ada. Sopir sudah diamankan,” katanya.

Syarif menjelaskan polisi untuk saat mengambil keputusan satu tersangka di dalam momen kecelakaan. Tersangka adalah sopir bus Kurnia Bhakti yang sempat melarikan diri saat momen terjadi.

Peristiwa kecelakaan beruntun yang melibatkan 12 kendaraan berlangsung Jumat pukul 18.40 WIB. Bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta menabrak sejumlah kendaraan yang berada di depannya.

Diduga sebab rem blong bus menghantam bus Doa Ibu dan menabrak sejumlah kendaraan roda empat, roda dua, dan warung makan. Berjumlah 14 orang dinyatakan tewas dan 47 lainnya luka-luka.

Korban meninggal dunia dievakuasi ke Rumah Sakit Paru Cisarua, sedang lebih dari satu korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Ciawi.

By admin