www.crepesnco.com7 Tempat Wisata di Makassar, yang Wajib Anda kunjungi. Dulunya bernama Ujung Pandang, namun sejak 1999, salah satu kota besar di kawasan timur Indonesia ini berganti nama menjadi Makassar. Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, kota ini memiliki banyak sekali obyek wisata. Salah satu tempat wisata terpenting yang sayang untuk dilewatkan.

Berikut tujuh tempat wisata di Makassar yang wajib dikunjungi jika kamu sedang berada di Makassar.

  1. Coto Makassar

Coto Makassar merupakan salah satu kuliner tradisional yang berasal dari Kota Makassar. Hidangan ini sangat terkenal di beberapa kalangan, karena rasanya yang enak dan memiliki banyak khasiat yang membuat warga sangat puas dengan Coto Makassar. Padahal, kuliner tradisional ini menjadi salah satu tujuan wisata para wisatawan dan traveller di Makassar.

Dengan cita rasa yang menggugah selera tersebut, tak heran jika Coto Makassar dikenal luas di seluruh dunia. Kota Makassar juga menetapkan Coto Makassar sebagai simbol kulinernya. Secara historis, sebagian orang mungkin mengira bahwa Coto adalah Soto. Ini karena mereka percaya bahwa cara mereka berbicara dipengaruhi oleh Tiongkok dan negara Asia lainnya.

Baca Juga: 7 Tempat Wisata Terindah Di Gorontalo

Awalnya, Soto berasal dari masakan Cina bernama Caudo. Makanan khas Tionghoa ini kemudian berkembang menjadi Soto, namun di masyarakat Makassar disebut Coto Makassar. Coto Makassar memiliki cita rasa yang sangat tinggi, dan sering disantap di kalangan kerajaan di keraton saat itu.

Beberapa pendapat meyakini bahwa Kotomakassar pada awalnya dibuat dan dibuat oleh masyarakat sipil. Kemudian, warga mengenalkannya ke Royal Guard, yang kemudian ditugaskan untuk menjaga negara. Bisa dibilang Coto Makassar memiliki sejarah yang cukup panjang, sekitar tahun 1538. Karena merupakan pengembangan dari Caudo, maka tidak heran jika Coto Makassar juga mendapat pengaruh dari Chinese food. Hal ini dapat dilihat pada sambar (yaitu tauco) yang digunakan.

Kelezatan Coto Makassar tidak lepas dari beberapa bumbu yang digunakannya. Ciri khas Makassar ini tak tertandingi, mencampurkan hingga 40 jenis bumbu. Bumbu yang digunakan merupakan bumbu lokal dengan rasa dan aromanya yang khas. Tidak hanya rasanya yang menggugah selera, bumbu yang digunakan juga sangat baik untuk kesehatan.

Bumbu yang digunakan di Coto Makassar antara lain kacang tanah, kemiri, bubuk cengkeh, lengkuas, merica, bawang merah putih, jinten, ketumbar, jahe, laos dan berbagai bumbu dapur lainnya. Rasa dan aromanya yang terdiri dari 40 jenis bumbu tentunya bisa menarik perhatian siapa saja yang mencium baunya. Manfaat Coto Makassar juga dapat digunakan sebagai penangkal kolesterol dalam tubuh.

Untuk menunjukkan khasiat yang baik tersebut, pewangi dan pengolahan tidak dapat dilakukan sesuka hati. Produksi Coto Makassar menggunakan periuk tanah yang digunakan sebagai tempat memasak. Dengan menggunakan kuali tanah atau Uring Butta tidak mengurangi rasa.

Sebanyak 40 jenis bumbu dan produknya menggunakan periuk tanah yang merupakan simbol dari Coto Makassar. 40 jenis bumbu ini tentunya bukan jumlah yang sedikit, kombinasi rasa dari 40 jenis bumbu ini membuat masakan Makassar semakin kaya rasa dan aromanya. Banyaknya bumbu yang digunakan juga menjadi ciri khas Indonesia yang kaya akan rempah-rempah.

  1. Benteng Rotterdam 

Pengunjung Makassar dapat menemukan Benteng Rotterdam yang bersejarah. Selama perjalanan, wisatawan bisa belajar banyak tentang sejarah Makassar.

Fort Rotterdam (Fort Rotterdam), atau Benteng Ujung Pandang, terletak di Kota Makassar (Jalan Ujung Pandang No 1). Secara historis, Benteng Rotterdam dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gaowa ke-9 (I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’kallonna).

Masyarakat Gowa-Makassar menyebut benteng ini Benteng Panyyua (Penyu), yang merupakan markas para manusia katak Kerajaan Gowa. Istilah “fanor” atau “penyu” mengacu pada bentuk keseluruhan Fort Rotterdam yang terlihat seperti kura-kura yang memasuki pantai jika dilihat dari udara.

Ketika Kerajaan Gowatalo berkuasa, mereka menandatangani Perjanjian Bangaya, yang salah satunya mengatur bahwa Kerajaan Gowa harus menyerahkan Ujungpan sebagai benteng kepada Belanda. Seiring tentara Belanda menduduki benteng tersebut, nama Benteng Ujung Pandang diubah menjadi Benteng Rotterdam.

Pintu masuk Benteng Rotterdam berupa benteng setinggi sekitar 3 meter, pengunjung dapat mengisi buku tamu sebelum memasuki benteng tersebut. Masuki interior Fort Rotterdam dan sambut pengunjung di taman hijau yang indah di tengah benteng.

Taman ini dikelilingi oleh bangunan tua berlantai dua, dan kawasan Fort Rotterdam ini seolah-olah memiliki tembok setinggi sekitar 3 meter. Selain itu, Museum La Galibo juga bisa ditemukan di dalam benteng.

Di museum yang relatif sepi ini terdapat koleksi fosil dan senjata kuno dari zaman prasejarah hingga masyarakat Sulawesi Selatan, kemudian hingga peninggalan sejarah perkembangan budaya modern.

Peninggalan sejarah ini ditampilkan dalam kotak kaca besar dan etalase, termasuk kapak, panah, perhiasan, patung, dll.

Selain barang-barangg purbakala, Museum Galigo memperlihat tentang sejarah hidup masyarakat Sulsel dalam bentuk rumah adat. Museum ini juga menampilkan mata pencaharian masyarakat lokal, terutama pelaut. Miniatur kapal Finisy yang dipajang di pojok museum menceritakann bagaimana warga masyarakat Sulsel menjadi pelaut

pada umumnya bangunan di kawasan Fort Rotterdam masih utuh dan terawat. Bahkan di tengah benteng tepatnya di sekitar taman terdapat sebuah bangunan, biasanya di depan bangunan tersebut digunakan sebagai panggung pertunjukan kesenian.

Lokasi wisata ini hanya berjarak 1 km dari Pantai Losari, atau jika berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin akan memakan waktu sekitar 30 menit menggunakan mobil atau motor. Sementara itu, hanya membutuhkan waktu 15 menit dari pelabuhan Sukarno Hatta.

Jika ingin menyaksikannya secara langsung, traveler bisa masuk ke website Ekspedisi Langit Nusantara. Melalui rencana ini, Telkomnsel akan menggunakan mata drone untuk hadir ke seluruh Pesona di Indonesia selama satu bulan.

Saat ini, drone yang terbang dari wilayah timur Indonesia terbang di atas langit Makassar. Wisatawan bisa menyaksikan indahnya pemandangan Benteng Rotterdam dan Makassar dari langit melalui layar monitor. Bersiaplah untuk terkejut!.

  1. Pantai Losari Makassar

Bukan rahasia lagi kalau Indonesia adalah negara kepulauan dengan banyak wisata indah. Selain itu, pemerintah telah memperkuat 10 Bali baru untuk menarik wisatawan mancanegara. Pemerintah juga terus membangun fasilitas yang memadai di kawasan pantai agar wisatawan bisa menikmati dan menghancurkannya untuk terus berlanjut ke setiap objek wisata yang dimiliki Indonesia.

Makassar tidak hanya memiliki adat istiadat dan budaya yang kental, tetapi juga memiliki wisata kuliner yang beragam. Inilah salah satu alasan mengapa banyak wisatawan ingin menghabiskan liburannya di sini. Jika Anda berkunjung ke Makassar, Anda tidak akan melewatkan Pantai Losari. Jika Anda berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin, Anda bisa tiba dalam waktu setengah jam.

Keistimewaan utama Pantai Losari adalah kondisi alam sekitarnya. Suasananya berbeda dan sangat populer. Pantai Losari memiliki ciri khas, sejarah dan kelebihan. Sebagai kebanggaan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, Pantai Losari menjadi landmark wisata Makassar, dengan 1 juta wanita cantik.

Pemandangan pantai yang sangat indah bisa dijadikan pilihan liburan, memungkinkan Anda untuk bersantai di kantor yang sibuk dan sibuk. Beragam wisata memasaknya bisa memanjakan lidah Anda dengan mencicipi ragam masakan yang kaya cita rasa nusantara. Akan lebih nyaman jika menggunakan sepeda motor saat berkeliling Pantai Losari.

  1. Sejarah Singkat Pantai Losari Makassar

Pantai Losari ternyata punya cerita unik yang patut untuk disimak. Dulu, kawasan di sekitar pantai ini berfungsi sebagai pasar ikan di pagi atau siang hari. Sejak saat itu masih digunakan sebagai tempat berjualan berbagai makanan dari sore hingga malam hari. Tentu saja pengunjung kurang paham akan hal ini. Namun, sangat tepat untuk memberi tahu masyarakat sekitar apa yang terjadi di pantai ini.

Pada saat yang sama, pembangunan tepi pantai dilakukan pada tahun 1945, yang merupakan gagasan walikota. Dapat ditemukan dalam sejarah bahwa periode utama perkembangan dimulai pada periode DM van Switten. Awal pembangunan dilakukan dengan memasang lantai beton dengan panjang 910 meter.

Baca Juga: 10 Sirkuit Yang Sering Dipakai Diajang MotoGP

pemasangan lantai ini dirancang untuk melindungi fasilitas di sekitarnya dari gelombang Selat Makassar. Hanya dengan cara inilah pembangunan dapat meningkat. Selama ini Pantai Losari menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh penduduk lokal maupun wisatawan mancanegara. Mereka berkumpul dan menikmati segala sarana dan prasarana yang disediakan, serta berperan dalam menarik wisatawan.

Tidak diketahui apakah nama Losari sendiri berasal dari bahasa Belanda atau Makassar. Namun jika menggunakan terjemahan bahasa jawa, losari memiliki dua suku kata yaitu los dan ari. Los mengacu pada area yang digunakan untuk aktivitas jual beli, atau area yang dibagi menjadi beberapa toko. Sementara itu, kata “Ari” sendiri diambil dari arti menutupi atau menyebarkan film. Seperti plasenta.

Lokasi Pantai Losari berada di jalan subway Tanjung Bunga di Maloku. Tepatnya terletak di Ujung Pandang, Kota Makassar yang terkenal dengan pemandangan alamnya.

Rute Menuju Pantai Losari dari Bandara Hasanuddin

Jika memang ada wisatawan dari luar daerah Makassar, terutama di luar Sulawesi, harus menggunakan pesawat sebagai alat transportasi utamanya. Dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta, pengunjung dapat membeli tiket ke Bandara Hasanuddin Makassar. Karena pantai ini terletak di pusat kota Makassar, rutenya mudah.

Bisa dicapai dengan kendaraan pribadi atau umum. Sedangkan waktu tempuh rata-rata dari bandara ke bandara adalah 1 jam. Namun jika melewati jalan tol, bisa dipersingkat menjadi 40 menit. Tak hanya itu, jika wisatawan memulai perjalanannya dari pelabuhan Soekarno Hatta di Wajo, Makassar, waktu tempuh mereka hanya 20 menit. Bagi yang sudah tidak sabar menikmati suasana di Pantai Losari, waktunya sangat singkat.

  1. Masjid Amirul Mukminin

Jika kota Jeddang  memiliki Masjid Ar-Rahman yang dikenal dengan Masjid Terapung, maka Masjid Amirul Mukminin milik Makassar juga memiliki konsep masjid terapung. Masjid terapung ialah masjid pertama yang begitu indah dan menawan di Indonesia. Masjid ini terletak di bagian timur laut Pantai Lo sari, menawarkan pemandangan yang tak tertandingi, dan lautan luas yang penuh indra.

Tidak hanya bisa melihat keindahan Pantai Losari, kamu juga bisa ke Makassar untuk wisata religi dengan mengunjungi masjid ini. Makassar memang kota yang penduduknya menganut kepercayaan sebagian besar agama, sehingga banyak masjid-masjid unik yang sudah megah dan dibangun dengan indah. Termasuk Masjid Amirul Mukminin, ditemani menara masjid yang menjulang tinggi, seakan menyentuh langit, membuatnya semakin anggun.

dibangun di atas tiang pancang beton yang didorong ke dasar laut sebagai fondasi. Kemudian dibangun seperti rumah panggung sehingga mirip dengan rumah panggung adat suku Bugis dan Makassar. Ini membuktikan bahwa meskipun memiliki konsep modern, namun tidak mempertahankan tradisinya sama sekali. Jika dilihat dari kejauhan, masjid ini berdiri berdampingan dengan alam semesta yang tak kalah indah, kaget dan kuat.

Masjid terapung ini dibangun pada tahun 2009 dan menjadi kebanggaan masyarakat Makassar. Pada 2012, Wakil Presiden H.M Jusuf Kalla memimpin peresmian masjid terapung ini. Saat itu, Jusuf Kalla juga menjabat sebagai Ketua Majelis Masjid Indonesia. Desain modern dengan warna abu-abu dan putih sebagai warna utamanya membuat masjid kecil ini begitu menggemaskan, berdiri di pinggir Pantai Losari yang terkenal di Makassar.

Kehadiran dua kubah dengan ukiran mozaik juga menambah keindahan masjid terapung ini. Penggunaan gradasi warna biru membuat masjid ini terlihat berkilau dan menawan. Mungkin Anda akan sering menemukan masjid dengan detail klasik dan unik. Belum lagi dekorasi yang meliuk-liuk terkadang dipaku untuk mempercantik bangunan masjid, namun Anda tidak akan menemukannya di masjid ini.

Tanpa ornamen atau detail apapun, masjid terapung ini terlihat bersahabat, hangat dan rendah hati, menyambut semua pengunjung. Setelah masuk ke masjid ini, Anda akan melihat pilar-pilar tinggi yang merupakan lorong utama. Tiang ini memiliki lima tiang yang masing-masing melambangkan waktu sembahyang Buddha dalam sehari. Lanjutkan melalui pintu gerbang dan Anda akan segera menemukan tempat untuk mencuci.

Untuk memperkuat bangunan, 164 tiang pancang digunakan di bagian bawah masjid. Sedangkan luasnya mencapai 1.6873 meter persegi, yang sangat luas dan cocok untuk beribadah. Semua isi gedung telah diperhitungkan dengan cermat, dan hasil yang sangat baik membuktikan hal ini. Selain sebagai tempat peribadatan, tempat ini juga sangat cocok untuk berwisata karena letaknya yang dekat dengan pantai losari yang juga merupakan tempat yang terkenal.

  1. Puncak Kebun Teh Malino

Dataran tinggi Indonesia sering dijadikan tempat bersantai atau berlibur dalam suasana yang sejuk. Selain memiliki pemandangan serba hijau di pegunungan, tentunya banyak wisatawan dan wisatawan yang tertarik. Seperti yang ada di perkebunan teh Marino Heights. Tempat ini dulunya adalah perkebunan teh biasa, bukan tempat wisata seperti sekarang.

Dataran Tinggi Marino sendiri berada 1.200 meter di atas permukaan laut dan memiliki taman seluas sekitar 200 hektar. Nantinya, pengunjung bisa melihat perkebunan teh hijau yang luas dengan udaranya yang sejuk. Kebun Teh Malino merupakan sebutan lain dari Perkebunan Teh Dataran Tinggi Malino yang terkenal dengan pemandangan alam pegunungan yang indah.

Makassar memang salah satu kota terbesar di Indonesia bagian timur dan sering menjadi tujuan wisata. Oleh karena itu, sebagai salah satu kota besar tentunya memiliki fasilitas wisata seperti hotel, cafe, dan tempat hiburan kuliner. Kota ini mungkin terkenal dengan pantai Losari-nya. Namun masih banyak destinasi wisata menarik dan indah lainnya, seperti Malino Highlands.

Malino sendiri bukan objek wisata sekarang. Namun pada akhirnya lokasi ini diubah atau disulap menjadi tempat wisata yang indah dan nyaman. Bahkan selama perjalanan, Anda bisa melihat barisan pohon pinus di antara bukit dan lembah.

Berbagai tanaman tropis juga tumbuh sehingga membentuk pemandangan yang hijau. Suhunya akan sangat dingin hanya saat musim hujan tiba. Bahkan bisa mencapai 10 derajat Celcius. Itu juga tidak sering diselimuti kabut, yang membuat perasaan semakin berbeda. Saat berkendara, sebaiknya matikan AC mobil dan rasakan sejuknya udara.

  1. Pulau Samalona 

Pulau Samalona merupakan salah satu dari sekian banyak keindahan yang bisa dikunjungi. Tak heran jika banyak turis mancanegara juga tertarik dengan pesona pulau ini.

Pulau Samalona adalah sebuah pulau di wilayah timur Indonesia. Tepatnya masuk dalam wilayah administrasi pemerintahan Kota Makasar di Provinsi Sulawesi Selatan. Hal terbaik di pulau ini adalah dunia bawah laut dengan sejuta pesona dan bioma yang unik. Bahkan, Pulau Salalona terkadang dipromosikan sebagai daya tarik wisata dalam kegiatan pariwisata internasional.

Pemandangan bawah laut pulau ini terkenal di luar negeri. Baik turis lokal maupun mancanegara selalu menghabiskan waktu di Pulau Samalona. Jika bosan mengambil air, pengunjung bisa menghampiri toko tersebut. Ada banyak makanan khas setempat, seperti ikan dan kepiting bakar yang enak.

Makassar sejak lama memang identik dengan Pantai Losari. Banyak wisatawan yang menyebut nama ini sebagai tujuan utama keindahan bawah laut. Namun keberadaan Pulau Samalona niscaya telah menyuntikkan angin segar bagi industri pariwisata. Pulau kecil ini memang tidak sepopuler Pantai Losari, namun untuk keindahannya tidak perlu diragukan lagi.

Pulau Samalona terletak di Kecamatan Ujung Pandang Makassar. Jarak pulau ini sekitar 7 kilometer dari kota Makassar, dengan luas total pulau sekitar 2,34 hektar.

By admin