www.crepesnco.comBC Vaksinasi Senayan Masih Terus Merebak, Simak Faktanya di Sini. Belakangan ini, virus yang menyebar tentang Pusat Vaksinasi Istora Senayan telah mengaktifkan berbagai platform layanan message sharing. Waspadalah, beberapa informasi yang tersebar adalah scam atau menyesatkan. Kegiatan yang disebut sebagai pusat vaksinasi bersama BUMN, dilakukan bersama oleh Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah DKI dan perusahaan kesehatan Indonesia. Diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta Selatan mulai 8 Maret hingga 10 Mei 2021. Sekarang, pertanyaan tentang peserta dan prosedur vaksinasi membingungkan. Beberapa fakta dari hasil pencarian kami dirangkum di bawah ini.

Apakah lansia di luar DKI Jakarta boleh bergabung?

Nah, ini yang paling membingungkan. Akun Instagram @sentravaksinasibersamaBUMN secara resmi mengonfirmasi bahwa lansia yang dapat memberikan layanan hanyalah yang memiliki KTP DKI Jakarta dan harus melakukan registrasi online terlebih dahulu.

BC yang dimaksud berbunyi:

  • Vaksin nasional Istora Senayan, Jakarta
  • Setiap hari, termasuk Sabtu dan Minggu
  • Waktu: 8.00 SD 16.00
  • KTP NON-DKI juga tersedia
  • Lansia, dini hari
  • Di bawah 60, pada siang hari
  • Hanya tampilan, tidak ada daftar

Namun kenyataannya banyak para lansia dari luar DKI juga datang ke sini untuk antre, karena diseminasi informasi menunjukkan lansia di luar DKI bisa mengikuti kegiatan ini. Mereka juga tidak mendaftar online sebelumnya.

Baca Juga: Daftar 9 Kecelakaan Pesawat di Indonesia

Di lokasi ini kami menemukan beberapa lansia di Bogor, Depok dan Bekasi. Meskipun tidak melakukan registrasi online terlebih dahulu, mereka tetap bisa mendapatkan layanan tersebut. Tentu saja, kami tidak menyarankan Anda berpartisipasi dalam Go-Show, tidak sesuai rencana, karena ini akan memicu antrian dan gerombolan penerima vaksin.

Apakah ada yang berusia di bawah 40 tahun dapat berpartisipasi?

Program radio yang disiarkan menyebutkan pusat vaksinasi bersama BUMN memiliki 3 pintu gerbang atau pintu masuk. Menurut siaran yang viral, ketiganya adalah sebagai berikut:

  • Pintu A. Berusia lebih dari 60 tahun
  • Pintu B. Antara 40 dan 60.
  • Gerbang C. berada di bawah 40.

Sebenarnya, apakah pusat vaksinasi memberikan layanan kepada orang di bawah 40 tahun? Padahal, seperti disebutkan di atas, Pintu A memang terbuka untuk para lansia. Sementara boarding gate B dan C hanya melayani lini depan BUMN dan BUMD yang beberapa di antaranya berusia di bawah 40 tahun.

Bagaimana jika bukan pegawai BUMN atau BUMD? Pria asal Pesanggrahan, Jakarta, Jakarta Selatan, Roma, ditolak karena bukan pegawai BUMN / BUMD dan bukan lansia karena usianya baru 56 tahun. Ia sendiri baru datang ke lokasi dengan informasi virus yang ia dengar dari teman-temannya.

“Dia (temannya) tahu dari WhatsApp dia bilang saya bisa dapat vaksin, tapi ternyata dia tidak bisa. Mungkin di usia saya, saya bisa bergabung menjadi pegawai BUMN kan?

Narasi melingkar

Berdasarkan penelusuran kami, informasi terkait warga di luar DKI Jakarta bisa mengikuti Istora Senayan yang diunggah pada Rabu (10/3/2021) di akun Facebook STH. Informasi tersebut ia unggah di grup Facebook bernama Anak Siantar. Dalam pesannya, STH menuliskan bahwa vaksinasi di Istora Senayan berlaku untuk warga yang memiliki KTP di wilayah Jabodetabek. Berikut detail pesannya:

“*ISTORA SENAYAN* info utk anak siantar yg di JABODETABEK . #VaksinUntukKIta *Terbuka untuk semua pemegang KTP*. Kuota hanya 5000 orang/hari *Lansia pagi hari, yg dibawah 60 tahun siang hari* *Ktp NON DKI juga bisa Go show, tanpa daftar2* *Setiap hari termasuk hari Sabtu dan Minggu* *Pukul : 8.00 SD 16.00* #pintu A usia 60 keatas. pintu B usia 40 sd 60. pintu c 40 ke bawah”.

Selain itu, informasi vaksinasi juga disebarluaskan melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. Kementerian BUMN bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah DKI, dan Perusahaan Kesehatan Indonesia untuk membangun arena olahraga bersejarah di Ibu Kota. Istora Senayan menjadi pusat vaksinasi bersama Covid-19. Acara dimulai hari ini (Senin).

Dalam rangka mendorong percepatan rencana vaksinasi nasional, Pusat Vaksinasi Bersama Covid-19 akan memvaksinasi tidak kurang dari 5.000 pelamar setiap hari, dan akan melaksanakan sekitar 4 kali berturut-turut. kenyamanan masyarakat, Kementerian BUMN Ini adalah lokomotif dari Pusat Vaksinasi Bersama sekaligus mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi yang direncanakan oleh pemerintah. Rencana Indonesia Sehat mendukung kerja Indonesia. Pertama-tama, lansia paling rentan pasti diutamakan. ”Menteri BUMN Erick Thohir (Erick Thohir) Diungkapkan di Jakarta.

Penelusuran Kami

Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Menteri BUMN dan Arya Sinulingga, Koordinator PMO Covid-19 dan Komisi Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), membenarkan informasi tersebut adalah scam. Menurut dia, pusat vaksinasi yang didirikan Kementerian BUMN diperuntukkan bagi pejabat publik dan lansia yang terdaftar di DKI di Jakarta.

Aria berkata: “Jadi informasi ini adalah scam bagi orang-orang yang bukan pejabat publik dan non-lansia. Perlu disebarluaskan dan perlu dicari tahu agar tidak ada yang mencoba membuat metode yang salah dan mengacaukan vaksin kita. Vaksinasi. menghubungi kami, Rabu (10/3/2021). Selain itu, Arya menambahkan, tindakan pemalsuan informasi terkait pusat vaksinasi merupakan salah langkah yang dilakukan pemerintah dalam upaya tertentu untuk segera mendapatkan vaksinasi dan mengutamakan pelayanan publik dan lansia.

Seperti diketahui, Departemen BUMN telah membuka Pusat Vaksinasi Bersama Covid-19 untuk lansia di Istora Senayan, Jakarta, untuk mendorong percepatan rencana vaksinasi nasional untuk mencapai target 1 juta vaksin per bulan. Acara ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Publik, Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah DKI Jakarta, dan Perusahaan Kesehatan Indonesia (IHC).

Sinergi antara pemerintah dan instansi daerah untuk mendukung tahap II vaksinasi lansia dengan DKI Jakarta di Jakarta. Dilansir dari akun Facebook resmi KemenBUMN, berikut prosedur pelaksanaan Pusat Vaksinasi Bersama Covid-19 di Istora pada Senin (8/3/2021). Penerima vaksin perlu mengetahui 4 hal di Pusat Vaksinasi Bersama Covid-19, yaitu:

  1. Undangan dikirim ke peserta melalui WA / SMS
  2. Peserta mengunjungi tautan Cosmic, lalu menjawab pertanyaan, dan menerima kode batang dan jadwal.
  3. Dorong peserta untuk mencetak hasil penilaian diri sebelum tiba di lokasi vaksinasi
  4. Bagi yang belum mencetak hasil self assessment akan disediakan printer di lokasi ini, setelah selesai proses registrasi, pada hari atau jadwal vaksinasi, orang yang divaksinasi akan melakukan beberapa langkah vaksinasi. Dengan rincian sebagai berikut:
    • Tiba di tempat sesuai jadwal
    • Lakukan pemeriksaan keamanan
    • Ambil nomor antriannya
    • Menunggu gilirannya di ruang tunggu pendaftaran
    • Buka registry
    • Menunggu rotasi di ruang tunggu evaluasi untuk memasukkan formulir evaluasi vaksinasi pada formulir vaksinasi Vaksinasi masuk ke formulir observasi untuk check out

Kesimpulannya

Prosedur pusat vaksinasi Covid-19 di Istora Senayan yang terbuka untuk semua pemegang KTP ternyata tidak tepat. Departemen BUMN membuka pusat vaksinasi untuk pejabat publik dan lansia yang terdaftar di DKI di Jakarta. Jangan hanya mempercayai dan memeriksa setiap informasi yang Anda dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga keakuratannya dapat dipertimbangkan.

Periode Vaksin

Tahap 1 (Januari hingga April 2021)

  • Pada tahap pertama, jumlah tenaga kesehatan mencapai 1,3 juta orang
  • Pada tahap kedua, sebanyak 17,4 juta pejabat publik yang tidak dapat secara efektif menerapkan penjagaan jarak jauh; sebanyak 21,5 juta untuk lansia (diatas 60 tahun)

Tahap II (1 April 2021 hingga Maret 2022)

  • Pada tahap ketiga, dari segi tempat tinggal atau kelas ekonomi dan sosial, sebanyak 63,9 juta orang yang berisiko tinggi akan tertular.
  • Pada tahap keempat, berdasarkan ketersediaan vaksin, digunakan metode clustering untuk menyediakan hingga 77,4 juta vaksin kepada masyarakat umum.

Pengetahuan tentang Vaksin

Vaksinasi COVID-19 pertama yang dijadwalkan Rabu (13/1/2021) di Indonesia akan menggunakan jenis vaksin COVID-19 Sinovac. Kedepan, Indonesia akan menggunakan 7 jenis vaksin COVID-19.

Baca Juga: 7 Sniper Paling Mematikan Dalam Catatan Sejarah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membenarkan adanya vaksin Corona yang beredar di Indonesia dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07 / Menkes / 12758/2020. Jenis vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia adalah yang diproduksi dari PT Bio Farma, Oxford AstraZeneca, Moderna, sinopharm, Novavac, Pfizer BionTech & Sinovac.

Dikutip dari berbagai sumber, inilah perbedaan jenis vaksin COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia.

  1. Vaksin Oxford AstraZeneca COVID-19

Jenis vaksin Oxford-AstraZeneca COVID-19 adalah vaksin vektor adenovirus rekombinan. Mengutip dari laporan Very Well Health, vaksin rekombinan menggunakan sejumlah kecil materi genetik dari patogen, seperti SARS-CoV-2, untuk memicu respon imun.

Bagian tertentu dari virus dapat menjadi sasaran, dan vaksin ini umumnya aman untuk kebanyakan orang, bahkan mereka yang memiliki masalah kesehatan kronis atau penyakit sistem kekebalan. Satu kelemahan dari vaksin vektor adenovirus rekombinan adalah bahwa mereka mungkin memerlukan suntikan penguat dari waktu ke waktu.

  1. Vaksin COVID-19 Sinopharm

Jenis vaksin COVID-19 Sinopharm ini menggunakan virus corona yang mematikan atau biasa disebut vaksin inaktif. Dikatakan bahwa vaksin tersebut adalah vaksin pertama di dunia yang menunjukkan imunogenisitas dan keamanan yang sangat baik.

jenis vaksin COVID-19 milik Sino pharm bekerja dengan mengajari sistem dalam kekebalan tubuh supaya tahan tubuh terhadap virus corona SARS-CoV-2. Antibodi menempel pada protein virus, seperti yang disebut lonjakan protein di permukaannya.

Setelah diimunisasi dengan vaksin COVID-19 Sinopharm, ialah sistem kekebalan tubuh yang dapat menerima respons infeksi virus korona hidup. suatu jenis sel kekebalan, sel B, menghasilkan antibodi yang menempel pada penyerang. Antibodi yang menargetkan lonjakan protein dapat mencegah virus memasuki sel.

  1. Vaksin COVID-19 Moderna

Vaksin COVID-19 Moderna menggunakan messenger RNA (mRNA). Coronavirus memiliki struktur seperti lonjakan yang disebut protein S. pada permukaannya Vaksin mRNA COVID-19 memberikan panduan kepada sel tentang cara membuat protein S tidak berbahaya.

Setelah divaksinasi, sel mulai membuat gumpalan protein dan menampilkannya di permukaan sel. Sistem kekebalan akan mengenali bahwa tidak ada protein, dan akan mulai membangun tanggapan kekebalan dan memproduksi antibodi.

Vaksin COVID-19 jenis ini cocok untuk orang yang berusia di atas 18 tahun. Vaksin ini perlu disuntikkan dua kali dengan jarak 28 hari.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) A.S. menguraikan beberapa standar untuk orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin Moderna. Berikut kriteria masyarakat yang tidak merekomendasikan Moderna COVID-19 vaksin yang dikutip dari situs resmi CDC.

  • Orang yang memiliki reaksi alergi parah (reaksi alergi) atau reaksi alergi langsung (meskipun tidak parah) terhadap komponen apa pun dari vaksin mRNA COVID-19.
  • Orang yang mengalami reaksi alergi parah (reaksi alergi) atau reaksi alergi segera atau bahkan tidak setelah dosis pertama vaksin.
  • Reaksi alergi langsung adalah reaksi dalam 4 jam setelah vaksinasi, termasuk gejala seperti gatal-gatal, bengkak atau mengi (gangguan pernapasan).
  • respon alergi kepada polietilen gliko & polisorbat. Polisorbat bukan salah satu komponen vaksin COVID-19 mRNA, tetapi sangat erat kaitannya dengan PEG dalam vaksin. Orang yang alergi terhadap PEG atau polisorbat sebaiknya tidak menerima vaksin mRNA COVID-19.
  1. Vaksin Pfizer BioNTech COVID-19

Vaksin Pfizer BioNTech COVID-19 disebut BNT162b2, dan didasarkan pada teknologi messenger RNA (mRNA). Vaksin tersebut menggunakan gen sintetik yang mudah dibuat, sehingga dapat diproduksi lebih cepat daripada teknik konvensional.

Virus laten ini tidak menyebabkan penyakit, tetapi mengajarkan sistem kekebalan untuk merespons resistensi. Saat menggunakan mRNA, tidak ada virus mati atau dilemahkan yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia, tetapi kode genetik virus disuntikkan ke dalam tubuh manusia. Akibatnya, tubuh akan memproduksi protein yang merangsang respons imun.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan bahwa orang berusia 16 tahun ke atas disarankan untuk menggunakan vaksin COVID-19 jenis Pfizer-BioNTech. Sama seperti vaksin COVID-19 Moderna, CDC juga memberikan banyak standar bagi orang yang tidak merekomendasikan vaksin Pfizer yang sama dengan vaksin Moderna.

  1. Vaksin COVID-19 Sinovac

Vaksin jenis COVID-19 Sinovac dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga antibodi dapat melawan virus corona. Vaksin dibuat menggunakan platform atau metode virus yang tidak aktif.

Dengan cara ini, tubuh manusia dapat belajar mengenali virus penyebab COVID-19 dan SARS-COV-2 tanpa menghadapi risiko infeksi serius. Vaksin dapat disuntikkan dalam dua atau dua suntikan.

  1. Vaksin COVID-19 Novavax

Novavax adalah perusahaan bioteknologi yang berkantor pusat di Maryland, AS, menggunakan metode tradisional untuk mengembangkan vaksin melawan COVID-19. Vaksin Novavax menggunakan protein lonjakan khusus yang meniru protein lonjakan alami pada virus korona.

Vaksin ini dikutip dari Very Well Health, dan prinsip kerjanya mengandung protein yang memicu respons antibodi, yang mencegah kemampuan virus korona di masa depan untuk mengikat sel dan mencegah infeksi. Protein digunakan dalam kombinasi dengan Matrix-M adjuvant Novavax, yang sangat penting untuk meningkatkan respon imun yang dihasilkan oleh antigen protein.

Seperti kandidat vaksin COVID-19 lainnya, vaksin Novavax telah diujicobakan pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas. Perusahaan belum memberikan informasi terbaru tentang uji coba anak dan remaja. Tidak ada informasi tentang kekhawatiran populasi tertentu yang diberikan, tetapi diharapkan informasi ini akan terungkap pada tahap akhir uji klinis.

  1. Vaksin COVID-19 diproduksi oleh PT Bio Farma

Jenis vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh PT. Bio Farma merupakan vaksin virus corona yang akan digunakan di Indonesia. Dalam proses pembangunan, PT. Bio Farma telah memperoleh sertifikat yang menyatakan bahwa fasilitas produksinya sesuai untuk produksi vaksin COVID-19.

Good Manufacturing Practice (CPOB) atau Good Manufacturing Practice (GMP) ini resmi dikeluarkan untuk Bio Farma oleh Badan POM.

Presiden Direktur Bio Farma Honesti Basyir dalam keterangan tertulisnya menjelaskan: “Kami sudah mendapatkan sertifikasi CPOB dari Badan POM. Oleh karena itu, Bio Farma sangat layak untuk memproduksi vaksin COVID-19 yang dinantikan masyarakat Indonesia.”

Selain produksi, Bio Farma juga telah menyiapkan sistem distribusi terintegrasi digital untuk memastikan jaminan kualitas vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat Indonesia.

By admin