www.crepesnco.com10 Gunung Tertinggi di Indonesia, Salah Satunya Gunung Semeru. Indonesia merupakan negara kepulauan dimana banyak gunung dan sungai terbentuk. Sugeng HR dalam “The Surprise of Indonesia: The Wonder of Indonesia 71” (2013) melaporkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang beragam, salah satunya pegunungan. Beberapa negara bahkan tidak memiliki gunung sebanyak Indonesia. Sebagian besar gunung ini mengelilingi pulau-pulau di Indonesia. Ada dua jalur pegunungan utama yang menjadikan Indonesia pegunungan tinggi, yaitu Lingkar Pasifik dan Lingkar Mediterania. Berikut sepuluh gunung tertinggi di Indonesia:

  1. Gunung Puncak Jaya

Puncak Jaya atau Piramida Carstensz adalah bagian dari Jalur Sudirman di Provinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya adalah 4.884 mdpl, dikelilingi oleh Gletser Carstensz, satu-satunya gletser tropis di Indonesia. Akibat pemanasan global, gletser tersebut berangsur-angsur menipis.

Puncak ini merupakan puncak tertinggi di kawasan Oceania Indonesia. Puncak Jaya adalah salah satu dari tujuh puncak di dunia.

Penemuan, Dataran tinggi yang mengelilingi puncak pada mulanya dihuni sebelum kontak Eropa, dan puncaknya disebut Nemangkawi di Amongar. Puncak Jaya menamakannya Piramida Karstenz ketika penjelajah Belanda Jan Carstenszoon pertama kali melihat gletser di puncak gunung pada hari yang cerah pada tahun 1623.

Pada awal 1909, penjelajah Belanda Hendrikus Albertus Lorentz berhasil mendaki Gletser Puncak Jaya bersama enam orang Kenya yang direkrut dari Apau Kayan di Kalimantan Utara. Taman Nasional Lorentz, termasuk Piramida Carstensz, didirikan pada tahun 1919 setelah mempelajari ekspedisi tersebut.

pendakian, Pada tahun 1936, ekspedisi Karstenz yang diprakarsai oleh Belanda tidak dapat menentukan yang mana dari ketiga puncak tersebut, sehingga diputuskan untuk mencoba mendaki setiap puncak tersebut. Pada tanggal 5 Desember, Anton Colijn, Jean Jacques Dozy dan Frits Julius Wissel tiba di Gletser Kastens Timur dan Puncak Ngga Pulu. Karena mencairnya gletser, ketinggian puncak Ngga Pulu adalah 4.862 meter, namun diperkirakan pada tahun 1936 (saat gletser masih tertutup puncak seluas 13 kilometer persegi), Ngga Pulu memang merupakan puncak tertinggi di atas 5.000. meter di atas permukaan laut.

Baru pada tahun 1962 Puncak Jaya diambil oleh pendaki Austria Heinrich Harrer dan tiga anggota ekspedisi lainnya Kuil Robert Philip, Russell Kiparks dan Aber Ekspedisi yang dipimpin oleh Te Xuzenga mendaki. Philip Temple of New Zealand sebelumnya telah memimpin ekspedisi ke daerah tersebut dan membuka jalan ke pegunungan.

Pada tahun 1963, gunung tersebut berganti nama menjadi Puncak Soekarno, kemudian Puncak Jaya. Nama Carstensz Pyramid sendiri masih digunakan di kalangan pendaki.

  1. Gunung Puncak Mandala

Puncak Mandala (dikenal dengan Juliana Top atau Juliana Peak pada masa penjajahan Belanda) merupakan salah satu gunung di Papua, Indonesia. Puncak Mandala berada 4760 m di atas permukaan laut, yang merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia setelah Puncak Jaya. Puncak mandala merupakan bagian dari bagian timur Pegunungan Bintang, dekat perbatasan Papua Nugini.

  1. Gunung Puncak Trikora

Puncak Trikora atau Ettiakup adalah sebuah gunung yang terletak di Papua Barat, Indonesia. Puncak Trikora adalah 4.751 meter di atas permukaan laut, menjadikannya gunung tertinggi ketiga di Indonesia setelah Puncak Jaya dan Puncak Mandala. Puncak Trikora memiliki Hutan Bukit Dipterocarp, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Pegunungan dan Hutan Ericaceous atau Hutan Alpen. Pada zaman Belanda, gunung ini disebut Wilhelminatop (Puncak Wilhelmina).

  1. Gunung Ngga Palimsit

Ngga Pilimsit (atau Gunung Idenburg, nama kolonial) adalah sebuah gunung yang terletak di Pegunungan Mauk di Provinsi Papua, Indonesia. Tingginya 4.717 meter (15.476 kaki). Terletak sekitar 13 mil barat laut Puncak Jaya dan merupakan puncak tertinggi di Oseania dan Indonesia. Puncak terdekat adalah Puncak Jaya, Wataikwa, Ubia, Venusberg, Otikut dan Puncak Papua 4061. Menurut definisi yang digunakan untuk gunung mandiri, puncaknya menempati urutan keempat hingga ketujuh tertinggi di New Guinea dan Indonesia.

  1. Gunung Kerinci

Gunung Kerinci, dikenal akan Gunung Gedang, Gunung Api Kurinci, Kerinchi, Korinci atau dibilang Puncak Indrapura merupakan gunung tertinggi di Sumatera, gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kailinqi terletak di perbatasan antara Provinsi Subar dan Provinsi Jambi, diPegunungan Bukit Bari dekat dengan pantai barat, sekitar 130 kilometer selatan Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Gunung ini juga menjadi perbatasan antara kawasan etnis Minangkabau dengan suku Kerinci, Suku Kerinci dikelilingi oleh hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatera dan badak sumatera.

Di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, ketinggian Puncak Kerinci adalah 3.805 meter, dari kejauhan pengunjung bisa melihat pemandangan indah Jambi, Padang dan Bengkulu. Anda bahkan bisa melihat Samudera Hindia yang luas. Ukuran kawah Gunung Kerinci 400 x 120 meter termasuk airnya yang hijau. Di sebelah timur adalah Danau Bento, rawa air jernih tertinggi di Sumatera. Di belakangnya ada tujuh gunung kawah yang nyaris tidak tersentuh.

Gunung Kerinci merupakan gunung berapi bertingkat yang masih aktif hingga saat ini, dan letusan terakhir terjadi pada tahun 2009.

Baca Juga: 20 Tips Persiapan Sebelum Menjadi Backpacker Handal

  1. Gunung Rinjani

Gunung Rinjani merupakan gunung yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung ini merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia, dengan ketinggian 3.726 m dan terletak di 8º25 ‘Bujur Timur dan 116º28’ Lintang Utara, merupakan gunung favorit para pendaki Indonesia karena pemandangannya yang indah. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani dengan luas sekitar 41.330 hektar, dan diusulkan untuk ditingkatkan menjadi 76.000 hektar di sisi timur dan barat.

Secara dalam administratif berada dalam 3 wilayah yaitu Lombok Tengah , Lombok Timur & Lombok Barat.

Topografi Permukaan Bumi, Gunung Rinjani berada 3.726 m di atas permukaan laut dan merupakan lanskap utama di sebagian besar Lombok utara.

Terdapat kaldera di sisi barat kerucut Rinjani dengan luas sekitar 3.500 mx 4800 m, memanjang dari timur-barat. Di kaldera ini terdapat Saqqara Anaque (Saqqara = lautan, danau) dengan luas 11 juta meter persegi dan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melalui ngarai yang terjal. Di Segara Anak banyak terdapat ikan gurame dan nila, sehingga biasanya digunakan untuk memancing. Bagian selatan danau disebut Segara Endut.

Di sisi timur kawah adalah Gunung Baru (atau Gunung Barujari), ukuran kawah 170m × 200 m, dan ketinggian 2296-2376 m. Bukit tersebut terakhir kali meletus pada 25 Oktober 2015 dan 3 November 2015, setelah meletus pada Mei 2009 dan 2004.  Jika letusan tahun 2004 tidak menimbulkan korban jiwa, letusan tahun 2009 secara tidak langsung menyebabkan 31 korban jiwa akibat tekanan lahar di Segara Anak di Kokok (Shuangxi) Banjir bandang yang diakibatkan oleh Dange. Sebelumnya Gunung Barujari pernah mengalami letusan gunung berapi yang tercatat pada tahun 1944 (dan formasi), 1966 dan 1994.

Selain Gunung Barujari, ada lagi letusan gunung berapi bernama Gunung Rongan

Stratigrafi atau lapisan tersebut, Gunung Rinjani ditutupi oleh batuan sedimen klastik Neogen (termasuk batugamping), dan sebagian oleh batuan vulkanik Origo-Miosen. Gunung berapi Kuarter itu sendiri terutama menghasilkan puing-puing piroklastik, yang berpotongan dengan lahar di beberapa tempat. Litologi mencatat beberapa letusan paling terkenal dalam sejarah. Sejak tahun 1847 telah terjadi 7 kali letusan dengan waktu istirahat terpendek 1 tahun dan terlama 37 tahun.

Seperti gunung api lainnya, Koesoemadinata (1979) mengemukakan bahwa aktivitas gunung api Rinjani setelah kawahnya sedang dibangun kembali. Aktivitasnya berupa efluen, menghasilkan lahar dan bahan peledak, membentuk endapan material lepas (batuan klastik). Lava biasanya berwarna hitam dan terlihat seperti busa saat dilepaskan. Dibandingkan dengan lahar vulkanik lainnya di Indonesia, letusan setelah terbentuknya kawah relatif lemah, G. Lava yang dikeluarkan oleh Barujari dan G. Kerucut grup relatif basa. Sangat tidak mungkin awan panas akan muncul saat letusan mencapai puncaknya. Bahan letusan biasanya diendapkan di dalam kaldera.

Aliran lahar, letusan lahar, lava curah hujan dan awan longsoran panas berpeluang menyebabkan Kokok Putih mencapai Batusantek. Longsoran termal dapat terjadi di sepanjang lava baru yang masih bergerak, meskipun hal ini tidak mungkin terjadi.

  1. Gunung Semeru

Gunung Semeru atau Gunung Meru adalah gunung berapi berbentuk kerucut di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di pulau Jawa dengan puncak tertingginya yaitu Mahameru 3.676 meter di atas permukaan laut. Gunung berapi Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia, kedua setelah gunung berapi Kerinci di Sumatera dan gunung berapi Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Kawah di puncak Gunung Semeru disebut Jonggring Saloko. Gunung Semeru secara administratif terbagi menjadi dua wilayah, Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumarang di Provinsi Jawa Timur. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Semeru (Semeru) memiliki hutan pegunungan siliques, hutan bagian atas siliques, hutan pegunungan dan hutan Kapur atau pegunungan alpen.

Semeru terletak di antara 8 ° 06 Lintang Selatan dan 112 ° 55 Bujur Timur.

Pada tahun 1913 dan 1946, ketinggian kubah kawah Jonggring Saloka adalah 3.744,8 m, hingga akhir November 1973. Di selatan, kubah menerobos tepi kawah, menyebabkan aliran lahar ke selatan, menutupi kawasan Pronojiwo dan Candipuro. Luma Jiang

Perjalanan, Butuh waktu sekitar empat hari untuk bolak-balik mendaki puncak Gunung Semeru. Gunung tersebut bisa didaki melalui Malang atau Lumajang. Dari terminal di Kota Malang, naik angkutan umum menuju Desa Tubang. Berhubungan kembali dengan jeep atau truk / truk pickup Jeep atau truk / truk pickup banyak tersedia di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya Rs per orang. 60.000-Rp. 100,000.0 (ke Pos Ranu Pani).

Sebelumnya parkir di Gubugklakah untuk mendapatkan ijin Informasi detil.Biaya ijin tersebut adalah Rp 6.000 untuk maksimal 10 orang, Rp 2.000 per orang untuk tiket taman, dan Rp 2.000 per orang untuk asuransi (perkiraan biaya sudah termasuk transportasi jeep atau truk sayur.

Dengan menggunakan truk sayur atau jeep, perjalanan akan menempuh perjalanan dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki Semeru. Dari arah Lumajang bisa menggunakan mobil pribadi atau naik ojek di sekitar Pasar Senduro untuk sampai di Pos Ranu Pani.

Ada pos pemeriksaan di sini, serta warung dan kabin penginapan. Setiap orang yang ingin menaikkan suku bunga diharuskan membayar Rp17.500 per orang per hari pada hari kerja, dan Rp22.500 per orang per hari pada hari libur. Anda juga dapat menemukan porter bagasi (penduduk setempat membantu menunjukkan arah pendakian, memindahkan barang, dan memasak) di posisi ini. Para pendaki juga bisa bermalam di pos pemeriksaan. Di Pos Ranupani terdapat dua buah danau yaitu Ranupani (1 hektar) dan Ranuregulo (0,75 hektar) yang keduanya berada di ketinggian 2.200 Mdpl.

Setelah sampai di gapura “Selamat Datang”, perjalanan dilanjutkan ke kiri menuju perbukitan, namun tidak melewati jalan lebar menuju ke Taman Rakyat. Selain jalur yang biasa digunakan para pendaki, ada beberapa jalan pintas yang biasa digunakan para pendaki lokal, namun jalur ini sangat terjal.

Jalan setapak awalnya landai, di sepanjang lereng bukit yang ditumbuhi alang-alang. Tidak ada rambu-rambu jalan, tetapi ada pengukuran jarak setiap 100 m. Ada banyak pohon tumbang dengan dahan di atas kepalanya.

Setelah berjalan sekitar 5 kilometer di lereng bukit tempat tumbuh edelweis, Anda akan sampai di Watu Rejeng. Ada batu terjal yang sangat indah disini. Lembah dan perbukitan yang ditumbuhi pohon pinus dan hutan pinus, dan pemandangannya sangat indah. Terkadang, Anda bisa melihat asap tebal dari puncak Semeru. Untuk mencapai Ranu Kumbolo, Anda masih perlu menempuh jarak kurang lebih 4,5 kilometer.

Di Ranu Kumbolo, Anda bisa mendirikan tenda. Tersedia pula gubuk (tempat berteduh) bagi para pendaki. Terdapat sebuah danau dengan air yang jernih dan pemandangan yang indah, apalagi di pagi hari anda bisa melihat matahari terbit diantara perbukitan. Ada banyak ikan dan terkadang burung belibis. Ranu Kumbolo berada 2400 m di atas permukaan laut dan mencakup area seluas 14 hektar.

Baca Juga: Cara Menggunakan PCare BPJS Kesehatan Untuk Vaksinasi Covid-19 2021

  1. Gunung Sanggar

Gunung Sanggar adalah pegunungan tertinggi kedua di Nusa Tenggara Barat, kedua setelah Gunung Rinjani. Tingginya mencapai 3.564 mdpl. Gunung tersebut tetap berada di Pegunungan Rinjani dan masih mempertahankan keindahan alamnya. Belum banyak orang yang pernah ke gunung ini.

  1. Gunung Latimojong

Gunung Latimojong (Gunung Latimojong) adalah nama gunung yang ada di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Gunung La Timozong terletak di tengah-tengah Provinsi Sulawesi Selatan. Sebagian besar gunung tersebut berada di Kabupaten Enlekang.

Gunung Latimojong merupakan gunung tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan dengan ketinggian 3.478 mdpl yang puncaknya disebut Bulu Rante Mario. Pegunungan La Timozong membentang dari selatan ke utara. Di sebelah barat Gunung La Timothong adalah Kabupaten Enrekang, di sebelah utara Kabupaten Tanatolaha, dan di sebelah selatan adalah Kabupaten Sidenreng Rappang, Seluruh bagian timur Kabupaten Luwu mencapai pesisir Teluk Bone.

  1. Gunung Slamet 

Gunung Slamet adalah salah satu gunung berapi yang ada di Pulau Jawa. Lima kabupaten di Jawa Tengah tersebut adalah Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Pemalang. pertama kali adalah 3.428 mdpl, dengan kawah vulkanik yang masih aktif hingga saat ini. Pada tahun 2014 Gunung Slamet menunjukkan aktivitasnya sehingga dalam keadaan waspada. Saat mendaki gunung ini akan banyak dijumpai kabut berminyak sehingga banyak orang yang kesulitan. Selain itu terdapat banyak sekali kawasan wisata di kaki gunung tersebut, salah satunya adalah Wisata Baturaden.

By admin