Data Penyebaran Kasus Covid-19 Tanggal 24 Januari - 28 Januari

Data Penyebaran Kasus Covid-19 Tanggal 24 Januari – 28 Januari– Infeksi virus Corona yang disebut COVID-19 (penyakit virus korona tahun 2019) dan pertama kali terdeteksi di Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menyebar dengan sangat cepat dan telah menyebar hampir ke seluruh negara / wilayah termasuk Indonesia. Hanya beberapa bulan.

Data Penyebaran Kasus Covid-19 Tanggal 24 Januari - 28 Januari
Sumber : nasional.tempo.co

Data Penyebaran Kasus Covid-19 Tanggal 24 Januari – 28 Januari

crepesnco – Hal tersebut mendorong beberapa negara menerapkan kebijakan untuk menerapkan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona. Di Indonesia sendiri, kebijakan restriksi sosial skala besar (PSBB) telah diterapkan untuk mengurangi penyebaran virus.

Coronavirus merupakan kumpulan virus yang dapat menginfeksi sistem pernafasan. Dalam banyak kasus, virus ini hanya bisa menyebabkan infeksi saluran pernafasan ringan, seperti influenza. Namun virus ini juga dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang serius, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).

Virus ini menyebar melalui tetesan kecil dahak di saluran pernapasan, misalnya di ruangan tertutup yang padat dengan sirkulasi udara yang buruk atau kontak langsung dengan sirkulasi udara yang kurang baik atau kontak langsung dengan droplet.

Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga juga dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 punyai lebih dari satu perbedaan bersama dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.

Gejala Virus Corona (COVID-19)

Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 mampu menyerupai tanda-tanda flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, tanda-tanda mampu hilang dan pulih atau jadi memberat. Penderita bersama dengan tanda-tanda yang berat mampu mengalami demam tinggi, batuk berdahak apalagi berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul dikala tubuh bereaksi melawan virus Corona.

Secara umum, tersedia 3 tanda-tanda lazim yang mampu pertanda seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:

Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)
Batuk kering
Sesak napas

Ada lebih dari satu tanda-tanda lain yang juga mampu muncul terhadap infeksi virus Corona kendati lebih jarang, yaitu:

Diare
Sakit kepala
Konjungtivitis
Hilangnya kekuatan mengecap rasa
Hilangnya kekuatan untuk mencium bau (anosmia)
Ruam di kulit

Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam kala 2 hari sampai 2 minggu sesudah penderita terpapar virus Corona. Sebagian pasien yang terinfeksi virus Corona mampu mengalami penurunan oksigen tanpa ada tanda-tanda apapun. Kondisi ini disebut happy hypoxia.

Guna memastikan apakah gejala-gejala tersebut merupakan tanda-tanda dari virus Corona, dibutuhkan rapid test atau PCR. Untuk menemukan daerah jalankan rapid test atau PCR di kurang lebih rumah Anda,

Penyebab Virus Corona (COVID-19)

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi proses pernapasan. Pada lebih dari satu besar kasus, coronavirus cuma membuat infeksi pernapasan mudah sampai sedang, layaknya flu. Akan tetapi, virus ini juga mampu membuat infeksi pernapasan berat, layaknya pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalannya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, sesudah itu diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Seseorang mampu tertular COVID-19 melalui beragam cara, yaitu:

Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang muncul kala penderita COVID-19 batuk atau bersin
Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan lebih-lebih pernah sesudah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19

Baca Juga : Penyuntikan Vaksin COVID-19 Jokowi Dosis Kedua Hingga Pro Kontra Kedatngan Vaksin Sinovac ke Indonesia

Kontak jarak dekat bersama dengan penderita COVID-19

Virus Corona mampu menginfeksi siapa saja, tapi efeknya dapat lebih berbahaya atau apalagi fatal andaikata terjadi terhadap orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang punyai penyakit tertentu, perokok, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah, andaikata terhadap penderita kanker.

Karena mudah menular, virus Corona juga berisiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang menjaga pasien COVID-19. Oleh karena itu, para tenaga medis dan orang-orang yang punyai kontak bersama dengan pasien COVID-19 wajib memakai alat pelindung diri (APD).
Diagnosis Virus Corona (COVID-19)

Untuk pilih apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter dapat bertanya tanda-tanda yang dialami pasien dan apakah pasien baru saja bepergian atau tinggal di daerah yang punyai kasus infeksi virus Corona sebelum akan tanda-tanda muncul. Dokter juga dapat bertanya apakah pasien tersedia kontak bersama dengan orang yang menderita atau dikira menderita COVID-19.

Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter dapat jalankan lebih dari satu pemeriksaan berikut:

Rapid test untuk mendeteksi antibodi (IgM dan IgG) yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona
Swab test atau tes PCR (polymerase chain reaction) untuk mendeteksi virus Corona di dalam dahak
CT scan atau Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru

Hasil rapid test COVID-19 positif bisa saja besar memperlihatkan bahwa Anda sesungguhnya sudah terinfeksi virus Corona, tapi mampu juga bermakna Anda terinfeksi kuman atau virus yang lain. Sebaliknya, hasil rapid test COVID-19 negatif belum tentu pertanda bahwa Anda perlu terbebas dari virus Corona. Kami Juga memberikan Tips Untuk mencegah virus corona dengan cara sederhana

UPDATE 24 Januari: Ada 80.114 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 24 Januari Ada 80.114 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia
Sumber : nasional.kompas.com

Pemerintah mencatat ada 80.114 dugaan kasus terkait virus corona atau Covid-19 di Indonesia pada pukul 12.00 WIB, Minggu (24/1/2021). Tim pengolah Covid-19 mengkomunikasikan informasi ini dengan data akurat pada Minggu sore.

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07 / Menkes / 413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Coronavirus 2019 (Covid-19), suspect merupakan istilah alternatif surveilans pasien (PDP). Jika seseorang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan telah melakukan perjalanan atau tinggal di suatu negara / wilayah di Indonesia selama 14 hari terakhir sebelum timbulnya gejala, dan dilaporkan penularan lokal, maka orang tersebut disebut Covid-19. Istilah suspect juga mengacu pada seseorang yang memiliki salah satu gejala / tanda ISPA dan telah melakukan kontak dengan kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dalam 14 hari terakhir sebelum timbulnya gejala. Mungkin juga pasien ISPA berat / pneumonia berat memerlukan rawat inap, dan tidak ada alasan lain berdasarkan situasi klinis yang meyakinkan.

Data dari working group juga menunjukkan terdapat 11.788 pasien positif Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 989.262 kasus. Di saat yang sama, jumlah pasien yang pulih dari Covid-19 meningkat 7.751.

Setelah mendapatkan dua hasil negatif pada uji laboratorium polymerase chain reaction (PCR), pasien dinyatakan sembuh. Dengan demikian, jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 adalah 798.810. Namun, 171 pasien meninggal dalam 24 jam terakhir. Alhasil, total kematian akibat Covid-19 kini mencapai 27.835. Selain itu, terdapat 510 wilayah / kota yang terpapar Covid-19.

UPDATE 25 Januari: Ada 161.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Sumber : nasional.kompas.com

Hingga Senin (25/1/2021), jumlah kasus Covid-19 aktif di Indonesia mencapai 161.636. Informasi ini dikomunikasikan oleh Covid-19 Processing Working Group di laman www.covid19.go.id, yang diperbarui setiap sore. Sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret tahun lalu, jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 mengalami penurunan, sehingga diketahui jumlah kasus aktif, termasuk jumlah pasien yang sudah sembuh dan meninggal.

Selain itu, jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 meningkat 9.994 dari Minggu (24/1/2021) hingga Senin (25/1/2021). Dengan demikian, jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 saat ini tercatat 999.256. Data yang sama juga menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir, 10.678 pasien lainnya telah pulih. Setelah mendapatkan dua hasil negatif dalam uji laboratorium polymerase chain reaction (PCR), mereka dinyatakan sembuh. Dengan demikian, jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 kini menjadi 809.488.

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Januari 2021

Sumber : regional.kompas.com

Pemerintah ulang memperbarui information persoalan Covid-19 di Indonesia. Berdasarkan information didalam 24 jam paling akhir sampai hari ini, Selasa (26/1/2021) pukul 12.00 WIB, jumlah persoalan secara nasional masih jadi tambah sejak persoalan pasien pertama terinfeksi virus corona diumumkan terhadap 2 Maret 2020. Jumlah persoalan positif di konfirmasi berdasarkan kontrol dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Berikut ini, jumlah persoalan Covid-19 sampai hari ini untuk provinsi Jatim, DIY, Bali, Nusa Tenggara Timur ( NTT), Nusa Tenggara Barat ( NTB), Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan:

Jatim Positif: 108017 Sembuh: 92617 Meninggal: 7514

DIY Positif: 20054 Sembuh: 13449 Meninggal: 460

Bali Positif: 24340 Sembuh: 20547 Meninggal: 646

NTB Positif: 7130 Sembuh: 5476 Meninggal: 308

NTT Positif: 4350 Sembuh: 2161 Meninggal: 122

Kalimantan Barat Positif: 3798 Sembuh: 3382 Meninggal: 28

Kalimantan Selatan Positif: 17537 Sembuh: 15598 Meninggal: 634

Update Corona Indonesia 27 Januari 2021 dan Sebarannya per Provinsi, Kaltim Catat 37.971 Kasus

Jumlah pasien Covid-19 di Indonesia masih bertambah.

Hingga hari ini, Rabu (27/1/2021) keseluruhan tersedia 1.024.298 kasus Covid-19 terkonfirmasi.

Dari kuantitas tersebut, tersedia 164.113 kasus aktif yang masih dirawat dan 831.330 pasien yang sudah dinyatakan sembuh.

Sementara itu, kuantitas pasien yang meninggal dikarenakan Covid-19 di Indonesia berjumlah 28.855 orang.

Kasus suspek berjumlah 82.156.

Kasus Covid-19 sudah ditemukan di 34 provinsi di Indonesia.

Berikut sebaran kasus Covid-19 per provinsi dilansir dari web resmi pemerintah untuk penanganan Covid-19:

DKI JAKARTA
Jumlah Kasus : 254,580 (25.1%)

JAWA BARAT
Jumlah Kasus : 131,322 (13.0%)

JAWA TENGAH
Jumlah Kasus : 118,204 (11.7%)

JAWA TIMUR
Jumlah Kasus : 108,017 (10.7%)

SULAWESI SELATAN
Jumlah Kasus : 45,637 (4.5%)

KALIMANTAN TIMUR
Jumlah Kasus : 37,971 (3.8%)

RIAU
Jumlah Kasus : 28,448 (2.8%)

SUMATERA BARAT
Jumlah Kasus : 26,527 (2.6%)

BANTEN
Jumlah Kasus : 24,961 (2.5%)

BALI
Jumlah Kasus : 24,340 (2.4%)

SUMATERA UTARA
Jumlah Kasus : 20,403 (2.0%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jumlah Kasus : 20,054 (2.0%)

KALIMANTAN SELATAN
Jumlah Kasus : 17,537 (1.7%)

PAPUA
Jumlah Kasus : 14,869 (1.5%)

SUMATERA SELATAN
Jumlah Kasus : 13,911 (1.4%)

SULAWESI UTARA
Jumlah Kasus : 12,820 (1.3%)

KALIMANTAN TENGAH
Jumlah Kasus : 11,577 (1.1%)

LAMPUNG
Jumlah Kasus : 9,318 (0.9%)

SULAWESI TENGGARA
Jumlah Kasus : 9,261 (0.9%)

ACEH
Jumlah Kasus : 9,149 (0.9%)

KEPULAUAN RIAU
Jumlah Kasus : 7,891 (0.8%)

NUSA TENGGARA BARAT
Jumlah Kasus : 7,130 (0.7%)

SULAWESI TENGAH
Jumlah Kasus : 6,878 (0.7%)

PAPUA BARAT
Jumlah Kasus : 6,584 (0.7%)

MALUKU
Jumlah Kasus : 6,315 (0.6%)

BENGKULU
Jumlah Kasus : 4,481 (0.4%)

NUSA TENGGARA TIMUR
Jumlah Kasus : 4,350 (0.4%)

JAMBI
Jumlah Kasus : 4,328 (0.4%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Jumlah Kasus : 4,187 (0.4%)

GORONTALO
Jumlah Kasus : 4,172 (0.4%)

KALIMANTAN BARAT
Jumlah Kasus : 3,798 (0.4%)

MALUKU UTARA
Jumlah Kasus : 3,362 (0.3%)

SULAWESI BARAT
Jumlah Kasus : 3,273 (0.3%)

28 Januari 2021: Terus Berkurang, 3.643 Pasien Covid Dirawat di RSD Wisma Atlet

28 Januari 2021 Terus Berkurang, 3.643 Pasien Covid Dirawat di RSD Wisma Atlet
Sumber : regional.kompas.com

Pasien rawat inap di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, mengalami pengurangan. Pasien rawat inap di tower 4, 5, 6 dan 7 berkurang 35 orang, berasal dari awal mulanya 3.678 orang jadi 3.643 pasien.

“Perkembangan kuantitas pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet terhadap 28 Januari 2021 sampai pukul 08.00 WIB, rawat inap berkurang 35 orang awal mulanya 3.678 orang jadi 3.643 orang,” kata Perwira penerangan Kogabwilhan-I Kolonel Marinir Aris Mudian, di dalam keterangannya, Kamis (28/1).

Ia menjelaskan, untuk pasien rawat inap itu terdiri berasal dari 1.950 pria dan 1.693 wanita. Untuk pasien yang dinyatakan positif sebanyak 3.643 orang dan pasien Suspek nihil.

“Pasien terkonfirmasi positif berkurang 35 orang, awal mulanya 3.678 orang jadi 3.643 orang. Lalu, pasien Suspek nihil,” jelasnya.

“Rekapitulasi pasien Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 23 Maret sampai dengan 28 Januari 2021, pasien terdaftar 54.139 orang. Pasien keluar 50.496 orang, dengan rincian pasien rujuk ke RS lain 589 orang, pasien pulang atau sembuh 49.855 orang, meninggal 52 orang,” sambungnya.

RSD Pulau Galang

Selain itu, untuk kuantitas pasien yang berada di RSD Pulau Galang sebanyak 140 orang. Jumlah berikut terdiri berasal dari 69 pria dan 71 wanita. Untuk pasien yang positif Covid-19 sebanyak 140 orang dan pasien Suspek nihil.

“Pasien rawat inap berkurang 7 orang, awal mulanya 147 orang jadi 140 orang. Pasien Covid-19 berkurang 7 orang, awal mulanya 147 orang kini berjumlah 140 orang dan pasien Suspek nihil,” ujarnya.

“Rekapitulasi pasien TMT 12 April sampai dengan 28 Januari 2021 pukul 08.00 Wib, pasien terdaftar sebanyak 6.806 orang, pasien rujuk ke RS lain 42 orang, pasien pulang atau sembuh sebanyak 6.666 orang dan meninggal nihil,” tutupnya.

By admin